Ngopi di Bukit Jengkoang.


Dokumentasi: Icank
Mengambil lokasi di rute Gunung Pucung, Desa Bumiaji, Kota Wisata Batu. Sepedaan akhir pekan kemarin kami mengambil tema dari tulisan kaos yang ada di postingan sebelumnya. Ride more, Share more. Maksudnya membuat foto dan video sederhana yang menceritakan kegiatan yang bisa dilakukan di sela-sela kegiatan bersepeda. Kali ini kita memilih ngopi. 

Sebuah kompor sudah disiapkan malam sebelumnya. Hanya itu saja awalnya. Di luar dugaan, tema ini berkembang dengan sendirinya tidak hanya sebatas membuat dokumentasi saja, para rider datang keesokan harinya dengan masing-masing membawa perbekalan secara sukarela untuk disantap bersama hingga terkumpul berbagai macam makanan dan snack yang lengkap dan melimpah. Standar kafe lah pokoknya. Sebut saja ini kafe portable. Bedanya, kalau di kafe umum tempatnya yang ditentukan duluan baru kita pilih menu. Kalau ini menunya  sudah siap, tinggal kita yang dibuat bingung menentukan arah view yang dipilih. Semua penjuru menawarkan pemandangan yang menyejukkan.

Suasana kafe makin terasa kental karena bergabungnya 2 rider pemilik brand ini dengan suguhannya. C3. Coffee, Cookies, Cakes. Lalu Icank, si mimin @mtbmalang menggenapinya dengan kemasan liputan yang khas. Siapa menyangka, rider dengan passion yang berbeda-beda bisa terkoneksi sedemikian baik. Akhir pekan kemarin terasa luar biasa. Terima kasih.
Oya, track Gunung Pucung ini termasuk baru buat sebagian dari kami. Untuk itu kami ditemani seorang guide yang alhamdulillah orangnya super asik. Mas Puji. Langsung saja ini beberapa fotonya
Spot foto pertama yang langsung ditemui di titik start. Pemandangan lepas dengan latar belakang kota Batu.

Bunga yang identik dengan jalur ini.

Puncak Gunung Pucung.

Spot foto di puncak Gunung Pucung.


Ternyata lumayan banyak obstacle seru di sepanjang jalur.

Pak Bambang. Salah seorang yang mengerjakan obstacle.



Jika melewati track Gunung Pucung pasti melintasi rumah kosong ini. Menyeramkan tapi ikonik.



Titik tempat kami ngopi.

Kopi beneran. Bukan yang disobek, hehe..


Buat yang tidak punya acara ngopi sendiri, tenang, masih ada warung Pak Ababil yang ramah. Tempatnya ada di perjalanan turun setelah dari bukit Jengkoan.
Nama Asli Pak Ababil.


Wajah-wajah bahagia bersama pak Ababil (jaket hijau). 

Tulisan & Foto: Andy.

Related

trails 2600203286324797227

Post a Comment

emo-but-icon

Follow Us

http://twitter.com/weeklybikers http://facebook.com/weeklybikers http://feeds.feedburner.com/weeklybikers

newest

popular

Comments

VIDEO

@weeklybikers

Connect Us

Counter

item