Udon Terbaik Di Kagawa. (Shikoku Cycling Trip #2)


(Sambungan dari Shikoku Cycling Trip #1)

Pukul 7 pagi di Haneda masih terasa tenang suhu sekitar 21 derajat celsius saya meninggalkan hotel dan bergegas menuju bandara Haneda untuk berkumpul di titik yang ditentukan dengan pesepeda lain dan melanjutkan penerbangan domestik menuju destinasi kami yang pertama di pulau Shikoku, yaitu Kagawa Prefecture. Saya jadi penasaran seperti apakah Kagawa itu. Seluruh peserta trip berkumpul di bandara Haneda, para peserta adalah Wu dari Taiwan, pasangan pesepeda Ken dan Shelly dari Hongkong, Chai dari Thailand, Miku, dan juga beberapa staf yang bakal menemani kita bersepeda selama trip ini berlangsung. Penerbangan Domestik dari Haneda menuju Bandara Takamatsu di Kagawa kurang lebih ditempuh selama 60 menit.


Berkumpul bersama staf Shikoku Trip dan Pesepeda lain sesampai di Bandara
Takamatsu.

Sesampai Bandara Takamatsu kami disambut oleh Mizuno, seorang guide Shikoku yang gabung dalam trip kita. Mizuno terlihat sangat ramah dan sopan banget. tapi menurut saya hampir semua orang yang saya temui di Jepang semuanya terlihat baik dan sopan, padahal saya baru sehari juga di Jepang dan saya baru mengenal 4 orang saat itu, hehehehe.. :D. Kami pun melanjutkan perjalanan kami dengan menggunakan mini bus menuju destinasi kami yang pertama. Di sepanjang perjalanan saya melihat pemandangan pedesaan Kagawa yang indah. Ladang, sawah dan rumah tinggal khas daerah pedesaan yang modern.


Osyoya.
Destinasi pertama kami yang pertama yaitu Osyoya, Osyoya adalah pabrik pembuatan Udon dan pusat belanja souvenir Tanuki Udon yang sangat terkenal di Jepang, dan Mizuno memberitahu kami bahwa Kagawa adalah prefecture yang terkenal akan udon terbaik di Jepang, dan yap di benak saya terlintas restoran waralaba udon yang terkenal di Indonesia yaitu Marugame Udon, hmmm … Marugame adalah salah satu kota di Kagawa yang juga terkenal karena Udon nya. Osyoya juga merupakan tempat dimana kami bisa belajar membuat udon sendiri, Seru banget. Kami pun belajar membuat udon kami bersama dari adonan hingga menjadi potongan udon. Sebenernya mungkin dari sekian orang mungkin hasil karya saya yang paling memalukan. Setelah proses membuat Udon selesai udon mentah dibawa ke dapur untuk dimasak, dan kami tidak sabar untuk menikmati hasil udon buatan kami.

Dari adonan hingga menjadi potongan udon mentah siap untuk dimasak.
Setelah kurang lebih 10 menit udan sudah siap disajikan, aroma kaldu rumput laut tercium sangat sedap. Kami segera menyantap Udon yang telah disajikan. Rasanya…. okeh saya cerita sebentar, di Indonesia saya begitu suka banget ama Marugame Udon yang terkenal itu… tetapi ketika mencoba udon ini… ini adalah udon ter enak yang pernah saya makan.. segar kaldu rumput lautnya dan udonnya yang kenyal “OISHI”… Saya makan berhadapan dengan salah seorang staf trip, dan saya heran kenapa orang orang cepet banget makan nya, Lalu Dia memberi tahu saya kalau orang Kagawa tidak makan Udon, Hah? saya heran.. “ Iya orang Kagawa tidak makan Udon, mereka meminumnya..” sahut nya.. oh okee… dan saya juga baru tahu Kagawa memiliki variasi Udon yang banyak dan ciri yang berbeda2 tiap Kota nya, dan juga cara menikmati udan yang berbeda2 juga, ada yang mencampurnya dengan telur mentah, ada juga yang menikmati udon dalam keadaan dingin, mereka bilang udon akan semakin kenyal jika dalam kondisi dingin.



Pemberhentian kita selanjutnya adalah Kotohiki Park, sebuah taman yang nyaman pinggir pantai Ariake yang terletak di wilayah Kota Kanonji. Kami berjalan mendaki sebuah bukit kecil di taman itu, sesampai di puncak bukit kami melihat sebuah monumen yang sangat terkenal yaitu Zenigata Sunae, sebuah monumen yang terbuat dari pasir yang berbentuk koin kuno raksasa peninggalan masa periode Kanʼei (1633). Monumen pasir ini dibuat dalam waktu semalam oleh penduduk lokal untuk menyambut Daimyō Ikoma Takatoshi ketika berkunjung ke wilayah itu. Sebenarnya monumen tersebut tidak berbentuk bulat koin, tetapi berbentuk oval dengan lebar 90 meter dari Timur ke Barat dan Panjang 122 meter dari Utara ke Selatan, namun dari puncak bukit monumen pasir tersebut terlihat bulat koin. Dan kepercayaan penduduk lokal bahwa siapa saja yang melihat Zenigata akan berumur panjang, kehidupan yang sehat dan, tidak mengalami masalah keuangan, benak saya bertanya .. bagaimana kalau cuman melihat fotonya saja..?

Zenigata Sunae dari puncak bukit.
Turun dari bukit kami kembali area parkir untuk mempersiapkan sepeda untuk rute pertama di Kagawa. Dari sekian orang, mungkin saya adalah orang terlama karena dropbar dan rotor yang harus saya lepas agar bisa masuk ke dalam case sepeda ukuran roda 650c sedangkan sepeda yang saya bawa memiliki roda dengan ukuran 700c. Okeh tapi semua bisa teratasi.

Bersiap untuk rute pertama di Shikoku.
Kami pun memulai rute pertama kami di Kagawa di mulai di Kotohiki Park sekitar pukul 13.00 dengan support car yang mengawal kami. Di awal rute Kagawa menyambut kami dengan suasana Kota yang relatif tenang, pemandangan kota pedesaan yang indah, udara yang sejuk dan juga jalanan yang nyaman.


Jalanan Kota Kagawa yang tenang dan tidak padat kendaraan membuat bersepeda menjadi nyaman. Jika dibandingkan dengan Indonesia, mungkin kita hanya bisa menemui rute semacam hanya di pinggiran desa saja, namun yang jauh berbeda adalah suhu udara disini lebih nyaman untuk para pesepeda.

Tanjakan awal menuju Mitoyo.
Bahu jalan dengan garis putih memang diperuntukkan bagi para sepeda, jadi para pesepeda dipastikan bakal merasa aman jika bersepeda di daerah ini. Beberapa menit kemudian saya mulai tertinggal dibelakang, saya menyadari para pesepeda lain menggunakan ukuran ban 23-25 sedangkan saya harus mengayuh lebih berat dengan ukuran ban 40, OK itu resiko saya memilih sepeda gravel untuk trip ini, saya harus mengayuh lebih cepat untuk menyusul mereka.

Banyak sekali scene merarik di sepanjang rute.


Rute Kagawa ini melintasi beberapa pinggiran kota kecil dan kota besar seperti Kanonji, Mitoyo, Marugame, Utazu, dan Sakaide. Kebanyakan sajian pemandangan yang bisa kami nikmati kebanyakan adalah suasana perkotaan pesisir pantai dengan sedikit scene pemandangan alam dimana kita bisa melihat lautan lepas. 
Menurut saya rute Kagawa ini relatif landai hanya ada sedikit tanjakan di akhir rute. Tak jarang saya tertinggal karena terlalu asik menikmati pemandangan yang asing bagi saya


Pemberhentian pertama adalah Lawson, sekitar 22 kilometer awal di daerah Tadotsu, jika saya tidak salah. Kami mengisi ulang kebutukan kalori dengan aneka macam jajanan yang bisa di beli di toserba tersebut. Dan tak lama kemudian kami pun melanjutkan perjalanan. Ketika melintasi pinggiran kota Marugame, terpikir di benak saya, oh jadi ini kota asal Restauran Marugame Udon yang terkenal di Indonesia itu.. Kota pesisir yang tenang dan terlihat nyaman.


Pemberhentian selanjutnya hari udah menjelang gelap, kita berhenti di Family Mart, di daerah Sakaide. kita hanya berhenti selama beberapa menit dan melanjutkan perjalanan kembali.


Rute di daerah ini mulai banyak tanjakan saya, Wu dan Aki berada di grup belakang. Beberapa saat kemudian kami regrup di puncak tanjakan yang bernama Ohsaki Nohana Observation Point ,hari sudah terlalu gelap untuk melanjutkan rute dengan sepeda dan kami akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju hotel dengan mobil.

Total panjang rute hari ini adalah 54 kilometer dengan jarak tempuh kurang lebih selama 3 jam, menurut saya rute hari ini relatif landai dan bukan rute yang sulit.
Saya rasa semua orang bisa menikmati rute ini, rute yang jauh lebih nyaman jika dibandingkan dengan jalanan di Indonesia, karena kondisi jalan yang tidak padat kendaraan bermotor dan udara yang masih bersih. Jalan aspal sepanjang jalan, tipe sepeda berjenis roadbike adalah pilihan yang tepat untuk menempuh rute ini
dengan mudah.


Ranmaru Gobozucho adalah penutup trip kita hari ini. Ranmaru adalah restauran ayam panggang yang terkenal di Takamatsu, restoran yang tidak terlalu besar tapi dilihat dari ramai pengunjungnya saya memastikan pasti enak. Hidangan khas Ranmaru Gobozucho adalah ayam panggang nya yang lezat. Hindangan pembuka kami di Ranmaru malam itu adalah sashimi dan salad sayur yang segar. Hingga tiba hidangan utama disajikan, yaitu ayam panggang Ranmaru. Ada 2 macam tingkat kematangangan dalam penyajian ayam panggang ini, yaitu Hinadori dan Oyadori atau lebih universalnya Medium dan Welldone. Bagi yang menyukai daging yang kering renyah mungkin akan lebih memilih Hinadori tapi saya lebih memilih yang Oyadori karena dagingnya lebih lembut dan juicy. Saya jadi penasaran, bagaimana cara memasak ayam panggang selezat ini.


Ranmaru Gobozucho

Hidangan pembuka berupa Sashimi dan salad hingga hidangan utama, yaitu ayam
panggang , ayam panggang terlezat yang pernah saya santap.

(bersambung).

Tulisan & Foto : Handa.


Related

trails 5054430008904018749

Post a Comment

emo-but-icon

Follow Us

http://twitter.com/weeklybikers http://facebook.com/weeklybikers http://feeds.feedburner.com/weeklybikers

newest

popular

Comments

VIDEO

@weeklybikers

Connect Us

Counter

item