Di Pantai Waecicu, Labuan Bajo.



Sambil menyelam minum air. 


Ini awalnya tidak ada hubungannya. Dalam sebuah kesempatan kami (saya & Handa) mendapat tawaran mengerjakan pemotretan dokumentasi pernikahan untuk seorang klien. Lokasinya lumayan jauh, tepatnya di Labuan Bajo, NTT. Kami akan berada di sana pada tanggal 6,7, 8 Januari 2020. Nah, mendengar kata Labuan Bajo, yang terbesit saat itu adalah suara ombak dan desir angin pantai serta hijaunya bukit-bukit yang memanjakan telinga dan mata. Konon keindahan alam khas Labuan Bajo ini termasuk salah satu yang terbaik di dunia. Kami saling menatap & tersenyum. Yang ada di benak kami saat itu mungkin kalian juga sudah bisa menebaknya. It’s a cycling thing! Spontan kami sepakat mengulur jadwal kepulangan menjadi tanggal 9 januari demi meluangkan waktu sehari untuk bersepeda.


6 Januari 2020.


Kami berangkat dari Surabaya dan tiba di bandara Labuan Bajo tanggal 6 januari sekitar Pk. 14.30. Seorang driver sudah menunggu untuk mengantar kami menuju Sylvia Resort, tempat kami menginap. Lokasinya ternyata jauh dari perkotaan. Melewati naik turun bukit. Sengaja kami ditempatkan di hotel tersebut karena sangat dekat dengan lokasi event nantinya, yaitu di Ayana Komodo Resort. Tentu saja kami tidak membawa sepeda karena peralatan foto yang kami bawa ini saja sudah cukup merepotkan. Kami cuma berharap bisa mendapatkan persewaan sepeda di sana. Di tengah perjalanan kami bertanya pada Max (driver) tentang di mana kami bisa menyewa sepeda:

“Banyak. Sepertinya mas nanti memang butuh itu kalau sewaktu-waktu ingin ke kota karena di sekitar Hotel nanti tidak ada apa-apa.” kata Max.
Handa: “Umm..maksud saya sepeda buat dikayuh.” 
“Hah! Gila yang benar aja situ yakin? Di sepanjang jalan ini yang ada cuma naik turun bukit. Nanti coba aja lihat. Sepertinya nggak ada kalau itu.” Max menimpali dengan logat Floresnya yang kental. Dia sedikit terkejut.

Lalu tak seberapa lama kami tiba di Sylvia Hotel. Lokasinya di sekitar pesisir pantai Waicicu. Begitu turun dari kendaraan di sana terlihat banyak sepeda berjejer di depan lobby hotel. Ada 2 jenis sepeda. MTB dan sepeda jengki. Semangat kami kembali muncul. Tapi sayangnya setelah didekati ternyata sepeda-sepeda tersebut kondisinya sangat mengenaskan. Petugas resepsionis membenarkan jika sepeda-sepeda itu bisa disewa namun kami harus teliti dalam memilih karena sekitar 90% nya sepertinya tidak layak digunakan. Tarifnya? Rp 40.000 per 6 jam.

SYLVIA HOTEL & RESORT. Tampak depan Hotel tempat kami menginap.
Kondisi salah satu sepeda yang terlihat di depan lobby. Masih banyak yang lainnya yang lebih parah.
View ke arah pantai yang terlihat dari lobby.


8 Januari 2020.


Ini saatnya. Kami berencana mengayuh siang hari hingga tiba waktu sunset. Pagi hari dimanfaatkan untuk bersitirahat setelah bekerja seharian sebelumnya sambil menyiapkan rute dan bekal. Lokasi hotel ini sungguh jauh dari mana-mana. Benar saja, Tidak ada toko kelontong dan semacamnya. Perbekalan yang ada hanyalah dari sisa cemilan-cemilan kemarin. Termasuk air mineral yang disediakan kamar hotel. Setelah memakan waktu untuk memilih sepeda akhirnya kami mendapatkan yang terbaik di antara yang lain. Dia adalah sepeda berkeranjang bertuliskan lady bike berwarna ungu dan pink. Terbayang lucunya kan? But who cares? Tak ada rotan, akarpun jadi.

Waktu Labuan Bajo menunjukkan Pk 13.20 ketika kami menemukan sepeda berkondisi terbaik. Sepeda berkeranjang di sebelah kanan itu bisa dibilang masih baru. Terlihat dari sisa plastik-plastik kemasan yang masih menempel. Sedangkan sepeda-sepeda yang ada di depan lobby semuanya tidak bisa digunakan.
Sebelum memulai, petugas hotel mengajak kami ke bawah menuju bengkel yang ada di dermaga untuk memompa ban sekaligus meninggikan posisi sadel. Setelah itu barulah kami mengayuh, atau bisa dibilang 50% menuntun, hehe. Sepeda merk Phoenix ini menggunakan single speed. Frame dan parts nya jelas terlihat ringkih. Saya berasumsi andaikan dipaksakan mengayuh di tanjakan mungkin crank-nya akan patah. Bagaimana dengan rem-nya? Sama saja. Setali 3 uang. Sepeda ini menggunakan rim brake di bagian depan dan drum brakes / teromol di belakang dengan kualitas yang lumayan mengancam keselamatan jika menilik terjalnya turunan. Hampir di setiap turunan kami mencium bau gosong.

Memaksimalkan kondisi sepeda di bengkel.
Situasi yang terlihat di luar Hotel ketika mulai bersepeda. Sepi dan tidak ada apa-apa. Jalurnya langsung menanjak.
Tempat pemberhentian pertama. Penasaran apa yang dilakukan Handa di situ? Hehe, kami mencoba belajar membuat vlog.
Sekilas info buat yang penasaran dengan tugu yang ada di foto tadi.
Akhirnya kami menemukan warung yang ada di tepian jalan. Lebih tepatnya ini warung untuk para pekerja proyek. Tentu saja tidak kami sia-siakan untuk membeli beberapa botol air mineral.
Foto bersama ini menandai dimulainya jalur offroad.
Tiba di area yang tercatat di google map dengan nama sunset point.
Dalam situasi ini dituntut untuk berhati-hati dalam berpikir kapan harus menggenjot dan menuntun karena yang dipertimbangkan bukan soal ketahanan fisik saja tapi juga ketahanan sepeda. Terlihat di sini Handa mulai kesulitan menahan hawa nafsu. Hehe.
Sedikit gambaran untuk lebih jelasnya.
Ujung rute yang pemandangannya membuat perjalanan tadi setimpal.
Ini adalah pertanda. She's telling you to go home.
Sepertinya ini yang dinamakan bukit Sylvia. Di ujung bukit itu ada orang sibuk selfie. Entah kenapa kok dinamakan bukit Sylvia tapi dilihat dari bentuknya sepertinya anda juga bisa mengira-ngira.
Finish di pantai belakang hotel.
Rute yang kami lewati ini belum ada di segmen strava. Kalau menggunakan MTB yang tepat akan banyak sekali jalur asik yang bisa dieksplor. Bagi pengguna road bike pun juga seru. Anda bisa berkelok-kelok di sepanjang tebing tepi pantai karena kualitas aspalnya juga bagus. Hanya saja jalurnya yang naik turun akan sedikit menguras stamina. Kalau kebetulan berencana liburan ke sana bisa juga dipertimbangkan membawa sepeda sendiri untuk kepuasan maksimal. Nah, Selamat mencoba!



Tulisan: Andy
Foto: Andy & Handa

Related

trails 5411162748568473676

Post a Comment

emo-but-icon

Follow Us

http://twitter.com/weeklybikers http://facebook.com/weeklybikers http://feeds.feedburner.com/weeklybikers

newest

popular

Comments

VIDEO

@weeklybikers

Connect Us

Counter

item