Kawasan Wisata Padi.


Untuk mereka yang masa kecilnya hobi menggambar pasti sudah tidak asing dengan gambar pemandangan berisi pegunungan, jalan raya yang membelah hamparan sawah, dan langit yang cerah, ditampilkan dalam satu lembar. Nah, di jalur ini kamu bisa melihat semua itu dalam versi yang nyata. Pesawat yang lepas landas dan mendarat, pembangunan jalan tol yang pesat, sekaligus di saat yang sama di situ terlihat para petani desa yang hidup dengan kesederhanaannya yang khas. Semuanya bergerak harmonis.

Tepatnya di Kawasan Edu Wisata Padi, Desa Banjararum-Singosari. Di sinilah awalnya semua itu mulai tersaji. Untuk menuju kemari kami terlebih dulu menyisir dinding luar Perumahan Araya bagian belakang hingga tiba di desa Banjararum. Konturnya relatif datar jadi tidak perlu capek nanjak atau sewa kendaraan. Cocok untuk bersepeda harian. Terima kasih buat Antony yang sudah merancang jalur ini sedemikian rupa. Kita bisa dapat jalur asik yang bisa dibilang 80% off road.

Langsung saja, berikut foto-foto ketika saya, Anas, Antony dan Rina bersepeda ke sana hari minggu kemarin.
Jalur di balik dinding perumahan Araya. Perlu sedikit waspada jika mengayuh kencang di sini karena di salah satu bagian dinding ada kawat berduri yang terlepas dan menjorok keluar.
Memasuki kawasan wisata padi di Desa Banjararum.

Melewati sekumpulan warga desa yang sedang merayakan hari kemerdekaan dengan berbagai lomba.
Akrab dengan sejumlah terowongan di bawah jalan tol yang ada di tengah sawah.
Mencari jalur offroad dengan cara memotong jalan kampung.
Hamparan sawah lainnya yang kami lewati melalui jalur yang terlihat di sisi kanan.
Menyisir hutan jati. Ini lokasinya sama dengan Jati Trails bike park.
Sampai di balik gerbang tol Singosari.
Terowongan selanjutnya yang dilewati.
"Di dalam rumah kayu ini ada bapak yang memelihara 5 ekor sapi".
Kata Antony saat itu yang membuat saya minta berhenti untuk memastikan. Ternyata benar. Kok dia bisa tahu? :D
Bapak yang memelihara sapi. Terima kasih untuk tidak keberatan difoto. hehe. Cheese!
SEDAP DI MATA. Gradasi warna padi itu membuat kami berhenti sejenak.
Dari sini kami menuju gazebo yang ada di foto utama postingan ini untuk beristirahat. Spot dengan view terbaik.
Musim kemarau tampak dari debu yang melekat di sepeda Antony.

Rangkaian jalur ini sebenarnya masih berlanjut. Sayang Anas dan saya harus kembali lebih dulu sementara Antony dan Rina tetap melanjutkan. Semoga lain kesempatan kami bisa menyelesaikan sisanya.

Ada yang berminat ikutan?



Tulisan & Foto oleh: Andy


Related

trails 1246681875145555552

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Us

http://twitter.com/weeklybikers http://facebook.com/weeklybikers http://feeds.feedburner.com/weeklybikers

newest

popular

Comments

VIDEO

@weeklybikers

Connect Us

Counter

item