Grup macam apa yang cocok buatku?


Bersepeda bersama dalam grup itu seru dan menyenangkan. Itu yang terbayang  ketika melihat gerombolan pesepeda yang sedang mengayuh beriringan baik itu di jalan raya atau pegunungan. Sering timbul keinginan untuk bergabung dan beraktifitas seperti mereka.  Tapi benarkah semudah itu?

Bersepeda dalam grup itu gampang-gampang susah.

Gampang bagi sebagian riders,
Tapi bagi sebagian yang lain, terutama ‘pendatang baru’, biasanya cenderung berpikir banyak kali sebelum mencoba karena ada perasaan minder atau kurang pede dengan kemampuannya. Ada juga sebaliknya, rider berpengalaman yang sudah terlanjur melekat dengan gaya bersepedanya sendiri hingga kesulitan menyesuaikan. Belum lagi yang beralasan tidak yakin dengan sepedanya, dan masih banyak lagi..

Sebenarnya di luar sana ada banyak macam kegiatan bersepeda bersama yang bisa dipilih, mulai dari yang racing-oriented, ekstrim, hingga bersepeda santai yang hanya untuk sekedar bersosialisasi. Sebelum memutuskan untuk bergabung dalam sebuah group ride, ada baiknya kenali dulu karaktermu, lalu carilah grup dengan aktifitas bersepeda yang paling cocok buatmu.

Berikut ini beberapa poin yang sebaiknya dikenali untuk pertimbangan sebelum bergabung dalam group ride:

Tipe aktifitas group.


Secara garis besar ada 2 yaitu training ride dan social ride.
Training ride lebih mengedepankan kecepatan, skill dan hanya melakukan sedikit sekali stop. Umumnya mereka bersepeda secara rapat berurutan dan terlihat serius.
Sedangkan social ride kebalikannya, meski tidak semua social ride itu lambat tetapi mereka lebih banyak berhenti, ngobrol, kuliner, menikmati pemandangan dan foto-foto. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan lebih terasa sehingga baik tidaknya social ride akan terlihat dari keutuhan grupnya. Di bawah ini beberapa tipe social ride yang mungkin pernah kamu temui:

1. Rider yang tergolong tangguh dalam grup akan rela mengontrol kecepatannya demi menemani rider yang lebih lambat.
2. Rider yang tangguh tetap mengoptimalkan kemampuannya tapi dengan lebih banyak berhenti untuk melakukan regroup.
3. Rider yang tangguh akan mengerahkan kemampuannya dan meninggalkanmu sendirian.

Jadi, bisa dibilang kamu termasuk apes jika masuk dalam grup dengan poin no. 3 apalagi jika kamu buta dengan rute yang dilewati.

Karakter track.


Jangan sampai salah, sebelum memutuskan bergabung pastikan dulu jalur yang akan dilewati. Ini buat memastikan apakah skill dan sepedamu cocok untuk itu. Mengayuh sepeda downhill bersama grup XC dengan rute uphill tentu akan membuatmu menderita. (seperti gambar ilustrasi di atas).

Kemampuan rata-rata rider dalam group.


Idealnya dalam satu grup berisi riders dengan karakter dan kemampuan yang tidak terlalu jauh berbeda. Tapi bagaimana mengetahuinya jika belum pernah mencoba?
Beruntunglah di era sekarang ini ada aplikasi seperti strava, ini adalah sosial media nya pesepeda yang digunakan untuk merekam intensitas kegiatan bersepeda, lengkap dengan kecepatan rata-rata, jarak dan kontur jalurnya. Dari situ akan terlihat kecepatan rata-rata rider dalam grup yang bisa digunakan sebagai acuan sebelum bergabung. Meski begitu data ini tidak bisa 100% dijadikan pedoman. Sebagai contoh, level kemampuan seorang rider yang bersepeda sejauh 50 km dengan kecepatan rata-rata 20 km/jam baru bisa terukur akurat jika kita tahu jumlah stop yang dilakukan.
Salah satu fitur strava adalah bisa menampilkan statistik 2 rider head to head. Statistik sebelah kanan itu milik saya vs Teguh Wahyudi (kiri), rider yang sekarang ada di pucuk klasemen club strava weekly bikers. Datanya terlihat jelas berat sebelah yang berarti saya harus siap mental kalau sampai bersepeda satu grup dengannya..haha..seru kan?
Semoga bermanfaat.

Tulisan & Ilustrasi: Andy

Related

story 884530966130172776

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Us

http://twitter.com/weeklybikers http://facebook.com/weeklybikers http://feeds.feedburner.com/weeklybikers

newest

popular

Comments

VIDEO

@weeklybikers

Connect Us

Counter

item