Akhir Pekan di Gunung Mujur.


Minggu,  24 Sept 2017

Setelah sekian lama sejak terakhir kali kemari akhirnya kami kembali bersepeda disini. Trail Gunung Mujur tidak banyak berubah, yang membedakan kali ini hanyalah jalurnya yang lebih berdebu disebabkan sisa musim kemarau yang panjang.
Kami tiba disambut hawa dingin dan kabut tebal, padahal saat itu waktu sudah menunjukkan pk 8.00. Tanjakan di awal langsung kami lalui sekaligus untuk menghangatkan badan. Di luar dugaan, ternyata kabut pekat bercampur debu yang berterbangan dari ban sepeda seringkali tak sengaja terhirup nafas kami yang terengah-engah. Di saat seperti ini mengenakan buff sebenarnya adalah keputusan yang tepat. Sayangnya dari kami bertujuh hanya 1 orang yang telah memperhitungkan dan mempersiapkannya.




Kedai Kopi.

Kurang lebih 5 km kemudian kami tiba di persimpangan. Di sana terdapat kedai kopi yang menurut saya, agak mengejutkan..hehe. Bagaimana tidak, ketika sedang susah payah menanjak di tengah hutan luas yang sunyi, sekonyong-konyong ditampakkan warung kopi di depan mata, lengkap dengan gorengan tahu, menjes dan tape. Wah, raut muka tanjakan berubah menjadi sumringah. Dengan alasan untuk menghangatkan badan sambil menunggu kabut reda, kami pun memesan 3 cangkir kopi panas untuk diminum bersama dan menghabiskan sedikit lebih banyak waktu disini. Kedai kopi ini sebenarnya juga menyediakan kopi luwak, diambil dari luwak hutan yang hidup bebas (bukan ternak). Kata salah satu dari kami, Jable, luwak hutan terbebas dari stress sehingga bisa menghasilkan kopi yang lebih berkualitas dibanding yang diternak (haha, entah apa teori ini benar). Sayang hari itu kami kurang beruntung, kopi luwaknya masih mentah belum sempat digoreng.



Bertemu pesepeda asal Malaysia.

Dari situ perjalanan dilanjutkan melewati tanjakan terakhir rute ini hingga akhirnya tiba di semacam rumah kayu (yang ini merupakan icon trail Gunung Mujur) dan berjumpa dengan Antony bersama 2 wisatawan sepeda asal Malaysia. Kami menyempatkan mengobrol dan berfoto bersama sebelum akhirnya menuntaskan trail yang tinggal menyisakan menu utamanya yaitu turunan panjang (single trail) dan berakhir di warung bakso Cak Kar.
Bersama 2 wisatawan Malaysia, (ke 5 & 6 dari kiri). Semuanya sedang menikmati liburan akhir pekan kecuali Antony yang saat itu statusnya sedang kerja :)
Doni, satu-satunya rider yang membawa buff.



Foto & Tulisan: Andy

Related

story 578467193101709279

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Us

http://twitter.com/weeklybikers http://facebook.com/weeklybikers http://feeds.feedburner.com/weeklybikers

newest

popular

Comments

VIDEO

@weeklybikers

Connect Us

Counter

item