Weekly Trails: Lenggoksono (Full Video)


Sudah sangat lama sejak terakhir kali kami mengisi waktu luang dengan membuat video tentang sepeda. Hingga suatu ketika Handa dan saya berbincang ringan dan tercetus lagi keinginan untuk membuat video baru. Kali ini kami berusaha membuat video yang lebih baik dan berbeda dari video sebelumnya. Mulai dari pemilihan lokasi hingga proses pengerjaan yang lebih serius dengan melibatkan jasa video cinematic profesional Cube Pictures.

16-17 November 2016

Lokasi.

Bersepeda di gunung dan hutan sudah pernah dibuat, karenanya kami ingin membuatnya di pantai. Kenapa tidak? Ide ini datang dari Handa. Dia menyarankan untuk mengambil lokasi di pantai Lenggoksono, kabupaten Malang, selain karena sedikit banyak dia tahu kondisinya (meski hanya melalui internet & google map), juga sekaligus bisa ikut mengenalkan potensi wisata yang masih belum terlalu dikenal di Malang. Jarak menuju ke sana dari kota adalah sekitar 3 jam perjalanan ke arah selatan. Pantainya indah dan saat ini menjadi jujukan wisatawan yang hobi berselancar.


Team.

Salah satu unsur yang ada dalam konsep video ini adalah bike camp. Kami harus mengambil gambar di semua waktu, siang-sore-malam hingga pagi, dengan berbagai kelengkapan yang membuat 2 kendaraan (1 mobil dan 1 pickup untuk sepeda) kami lumayan penuh. Demi kenyamanan, saya memutuskan untuk tidak ikut berangkat. Berikut ini mereka yang terlibat langsung pengerjaan video Lenggoksono:
  • Tony (Cube Pictures)
  • Iping (Cube Pictures)
  • Boam (Cube Pictures)
  • Dian (Drone pilot)
  • Handa (Director)
  • Indra (rider)
  • Antony (rider)
  • Danis (Polygon)
  • Vicky (kru)
  • Khamim (Driver)
  • Driver mobil penumpang


Gempa.

Mungkin anda yang berada di Jawa masih ingat pada tanggal 16 November 2016 pernah terjadi gempa lumayan keras. Dari cerita mereka yang berangkat, inilah yang membuat pengerjaan video ini menjadi dramatis. Ketika sedang asyik berbincang di malam yang gelap gulita tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Tanah di tepian pantai tempat mereka berpijak mendadak bergetar. Mereka saling memandang satu sama lain sebelum akhirnya berteriak serempak “gempaaaa!!”
Sayangnya hanya itu yang bisa dilakukan. Ingin berlari tapi tidak tahu kemana. Apalagi posisi saat itu adalah di tepi laut. Antony mencoba pasrah “ya sudahlah, kita berdoa saja, kalau setelah ini ada tsunami berarti memang takdirnya begitu..”
Syukurlah setelah beberapa saat yang mencekam, tsunami yang dikhawatirkan tidak terjadi.

OK, singkat saja, video berdurasi 8 menit lebih ini sudah dilengkapi narasi. Akan lebih seru jika anda menghentikan aktifitas sejenak untuk fokus menikmati karya hasil jerih payah teman-teman kita ini sambil mengenakan headphone dan minum kopi.
Menurut saya video ini sudah sebanding dengan resiko tsunami yang diambil.
Enjoy!



Tulisan: Andy
Fotografer: Handa

Related

video 5214476747042630960

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Us

http://twitter.com/weeklybikers http://facebook.com/weeklybikers http://feeds.feedburner.com/weeklybikers

newest

popular

Comments

VIDEO

@weeklybikers

Connect Us

Counter

item