Ketika Mountain Bikers dan Road Bikers Bersepeda Bersama.



Sabtu, 15 Okt 2016. 

Adzan subuh baru saja lewat. Waktu menunjukkan Pk 4.16 ketika saya teringat ada janji bersepeda bersama dengan beberapa teman pagi ini. Pk 5.00 di Giant supermaket Dinoyo adalah waktu dan titik kumpul yang telah disepakati. Saya pun bergegas menghabiskan secangkir teh dan sepotong roti sebelum berangkat. Sayangnya, ketika sedang melangkah menuju pagar, anak saya terbangun dan teringat jika ada tugas prakarya semalam yang terlewatkan dan harus dikumpulkan. Ah, dengan berat hati saya terpaksa mempersilakan teman-teman yang telah menunggu untuk berangkat lebih dulu sementara saya mengerjakan prakarya ini secepatnya dengan harapan menyusul mereka kemudian.
Prakarya yang saya kerjakan tergesa-gesa tidak lebih dari 10 menit. (bukan contoh yang baik, jangan ditiru..hehe)

Start.

Kami berjumlah 5 orang (Handa, Dony, Oky, Ferry dan saya).
Kegiatan bersepeda kali ini berbeda, saya dan Handa menggunakan MTB jenis dirt jump dengan ban ukuran 2.35 yang berusaha kompak mengimbangi Dony dan Oky yang menggunakan road bike serta Ferry yang kuat di tanjakan dengan MTB jenis XC-nya di sepanjang tanjakan beraspal menuju kota Batu. Terdengar konyol. Hasilnya pun bisa ditebak, baru beberapa km awal Handa yang start bersamaan dengan mereka langsung tertinggal. Apalagi saya yang start belakangan. RB (road bike) memang didesain ringan untuk dikayuh kencang di jalanan aspal dengan jarak yang jauh tanpa berhenti. Apa boleh buat, singkat cerita saya bertemu Handa di pertigaan Pendem dan memutuskan untuk kembali ke ‘habitat’ dengan mengambil jalur offroad menuju Batu via Desa Sekarputih. Mungkin inilah saatnya, ketika RB dan MTB tidak ditakdirkan untuk bersama. Sweet!
Seperti biasa, masuk melalui Desa Sekarputih.
Mengayuh nonstop hingga berakhirnya jalur off road ini.
Titik keluar jalur ini ternyata lumayan jauh menyimpang, kami masih harus mengayuh melewati turunan dan tanjakan beraspal silih bergantian untuk sampai di titik temu Warung Rawon Jamiah, Batu. Di saat yang bersamaan, teman-teman road bikers sudah mengirim foto yang menunjukkan mereka telah tiba di patung sapi Pujon, fiuuhh...
Tanjakan dan turunan yang tidak menentu pastinya membuat nafas ngos-ngosan.
Sempat berhenti 2 kali, yang pertama disini. Alasannya untuk mendapat timing yang pas dengan mereka yang nge-road saat bertemu di Warung Jamiah nanti.
Berhenti yang kedua kali. Kami menyempatkan berfoto karena jembatan ini termasuk icon daerah ini. (alasan lagi hehe..).
CYCLING THROUGH THE BRIDGE TO BE A REAL MAN. Kalilanang yang dalam bahasa Jawa berarti Sungainya Lelaki.
Kabar dari foto yang terkirim via whatsapp. Oky yang belum genap sebulan bersepeda sudah mencantumkan namanya di segmen patung sapi Pujon. Kudos!

 Tiba di warung Jamiah.

Teman-teman road bikers tiba beberapa menit lebih awal. Menu rawon nasi separuh menjadi santapan mayoritas dari kami. Yang lucu, salah satu dari kami ada yang memesan rawon dengan daging terpisah namun justru kecewa karena mendapati daging yang lebih alot dari default-nya.
SARAPAN BERSAMA DI WARUNG JAMIAH. Searah jarum jam: Saya, Donny, Danny, Ferry, Oky, Handa. Danny bergabung setelah selesai beraktifitas dengan komunitas road cycling yang diikutinya dan kebetulan mengambil rute dengan arah sama.
Genre yang berbeda bukan halangan untuk duduk, sarapan dan tertawa di meja yang sama. Setuju?

Pulang.
 
Jalur pulang yang diambil yaitu melewati Gunung Wukir. Turunan di sana amat curam. Sekedar gambaran, tanjakan dari arah kebalikan pada jalur tersebut tercatat sebagai kategori high climb pada aplikasi strava. Kali ini giliran Oky yang menggunakan road bike merasa kurang nyaman, geometri frame road bike yang cenderung membuat rider membungkuk malah terasa seperti njungkir ketika berhadapan dengan turunan curam. Dia sempat nyaris menyrempet mobil pickup yang sedang menanjak di salah satu tikungan.
Melewati warung soto Pak Djari ketika perjalanan pulang.
Selanjutnya kami tak sengaja berpapasan dengan Mario dan Vicky di daerah Pendem. Mereka menyapa kami menggunakan kendaraan loading sedang menuju ke arah Batu. Di hari yang sama mereka akan menjajal kemampuannya di event MTB Enduro seri 3 yang diadakan di Cangar. Weekend kali ini cukup sibuk. Di tempat lain tapi masih di hari yang sama pula, Antony dan Indra mengantar 2 orang wanita asal Spanyol menjajal trail sepeda yang ada di Malang dan sekitarnya. Ceritanya tidak kalah seru dan akan diposting menyusul.
Keep checking!

Foto: Handa, Andy
Tulisan: Andy

Related

story 4439490406440619397

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Us

http://twitter.com/weeklybikers http://facebook.com/weeklybikers http://feeds.feedburner.com/weeklybikers

newest

popular

Comments

VIDEO

@weeklybikers

Connect Us

Counter

item