Serunya Balapan di 2nd Unique Race


162 team, 324 rider.

Itulah total jumlah peserta 2nd Unique Race (UR 2) yang berlangsung hari Minggu (6 Maret) kemarin. Dibanding edisi yang pertama, antusiasme peserta dan atmosfir pada UR 2 kali ini terasa jauh lebih semarak. Mulai dari orang tua, muda, anak-anak, semua terlihat di sana.
Tidak hanya dari sisi jumlah pesertanya saja, yang mungkin akan membuat kita lebih tercengang lagi adalah melihat niat dan keseriusan para peserta dalam menghadapi setiap kategori lomba yang mereka pilih.
Ya, race ini mencari jawara untuk 3 kategori yang diperebutkan oleh semua team (satu team berisi 2 orang), yaitu kategori tercepat (balapan pada umumnya), kategori terlambat (dalam prakteknya adalah ketepatan waktu) dan kategori terserasi (kostum dan sepeda). Setiap orang yang melakukan pendaftaran di UR 2 secara otomatis terdaftar dalam ketiga kategori tersebut dimana hal itu memungkinkan juga buat sebuah team untuk memenangkan dua kategori sekaligus, misalnya kategori tercepat dan terserasi atau terlambat dan terserasi. Kelihatannya menggiurkan tapi tak semudah yang diduga karena kategori terserasi yang awalnya terlihat sepele ternyata menjadi kategori yang tak kalah berat. Di situ membutuhkan nyali lebih dari sekedar bersepeda melibas track sepanjang 11 km lebih.
Jumlah peserta yang membanjir di 2nd Unique Race.
Anak-anak pun ikut berpartisipasi.

Kategori tercepat.

Paling simple. Siapa yang mampu memacu sepedanya dengan waktu tersingkat dialah pemenangnya. Kendala yang mungkin muncul disini adalah faktor terhalang rider yang lebih lambat, kemudian selebihnya adalah faktor nonteknis seperti ban bocor atau kalau sedang apes ya nyasar.
KATEGORI TERCEPAT
Mendapatkan posisi start di grid depan langsung dimanfaatkan Antony dan Mampuri dari tim WBTR (No start 126) dengan mengerahkan tenaga sebisa mungkin untuk meninggalkan rombongan sejak awal. Tujuannya jelas, yaitu tidak ingin terhalangi oleh rider lain selama melintasi track.
Event ini turut menjadi hiburan bagi warga di sana. Contohnya bapak ini di sela-sela ketika dia bekerja.
MERIAH. Di beberapa sudut juga terlihat para warga ikut memberikan dukungan semangat kepada setiap pembalap yang melintas. Pembalap ini nyaris tergelincir karena terlalu bersemangat menikung.


Kategori terlambat.

Kategori ini mempunyai waktu tempuh yang sudah ditentukan yaitu 77 menit.
Bagi yang mempu finish dengan catatan waktu paling mendekati atau bahkan tepat pada waktu tersebut dialah pemenangnya. Tidak terlalu cepat ataupun terlalu lambat. Sebagian peserta mamanfaatkan gadget hingga jam tangan mereka untuk mengaktifkan timer ataupun alarm demi mengatur tempo perjalanan mereka.
BEDA KATEGORI. Team no start 142 ketika beristirahat di tengah perjalanan sementara team lain tetap memacu sepedanya.
Beberapa peserta wanita ketika melintasi turunan ekstrim Kalimati. Di sini terjadi sedikit antrian karena secara teknikal jalurnya terlalu susah kecuali bagi mereka yang punya skill mumpuni.

Kategori Terserasi.

Untuk kategori ini penilaiannya berdasarkan keserasian kostum dan sepeda sepasang rider dalam team. Contoh sederhananya, jika kostum sama dan merk sepeda sama maka jumlah poin akan bertambah. Selanjutnya bisa didukung oleh  kreatifitas. Semakin kreatif sebuah team mengemas tampilan kostum dan sepedanya, semakin tinggi pula  nilainya.
Apakah ada ketentuan atau batasannya?
Tentu saja ada.

Batasannya ada pada nyali peserta itu sendiri dalam merealisasikan imajinasinya.

Jam 8.00 pagi saya tiba di sana, tempatnya masih belum terlalu ramai. Satu persatu peserta berdatangan. Sejumlah team sudah tampak rapi dengan sepeda dan jersey yang terlihat kompak dan serasi. Tapi kegaduhan dan gelak tawa baru pecah ketika peserta yang benar-benar mengincar  kategori ini mulai muncul sekitar jam 9.00 ke atas.
Team yang mengenakan jersey seragam.

Sorak sorai terdengar riuh ketika team ini tiba.
Jika imajinasi didukung nyali, beginilah jadinya.
Salam Pramuka.
Sepeda pancal yang kurang ramah lingkungan.
Andai ini benar, entah sudah berapa lama kedua 'siswa' ini menghabiskan waktunya di bangku SD.
ROYAN BIKE. Kategori terserasi boleh diburu apapun caranya. Seperti peserta ini yang menempelkan stiker royan bike pada sepedanya. Harapannya mungkin ingin mengetuk hati si penyelenggara, Royan Syah..hehe
Suasana di titik tempat berakhirnya balapan.
Vicky dari team Bansher yang meraih juara 3 kategori terlambat. Namanya juga Unique Race, hadiahnya pun berupa tumpukan uang dua ribuan.

Berikut ini hasil 2nd Unique Race kemarin.

Kategori Tercepat
  1. Tim WBTR dengan catatan waktu 32:34.237
  2. Tim N15 Racing Project 1 dengan catatan waktu 34:42.875
  3. Tim Hardtail Duck dengan catatan waktu 36:12.424
Kategori Terlambat
  1. Tim Seram Soulmate dengan catatan waktu 77:01.935 (selisih 1 detik dari 77 menit)
  2. Tim Sumo Wika 14 dengan catatan waktu 77:09.711 (selisih 9 detik dari 77 menit)
  3. Tim Bansher dengan catatan waktu 76:41.377 (selisih 19 detik dari 77 menit) 
Kategori Terserasi

1 : Tim Sablenk
2 : Tim AKADP 2
3 : Tim Kawi All Mountain 3

Sementara ini yang bisa saya tulis meski sebenarnya banyak sekali momen seru yang lain.

 Anda bisa juga melihat foto-foto dan berita lainnya disini:
Official FB Unique Race
Kostum Unik Unique Race

Rasanya seperti tak sabar menanti seri yang ketiga.
Salam.

Penulis & Fotografer: Andy

Related

Unique Race 6138765722786923564

Posting Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Ga rugi deh ikutan 2nd Unique Race. Meski bukan jadi peserta, serunya juga terasa bagi panitia. Sukses untuk Hahahihih Mountain Rider sebagai EO dan sukses juga buat Weekly Bikers :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Anom. Sukses juga buat kamu.

      Hapus

emo-but-icon

Follow Us

http://twitter.com/weeklybikers http://facebook.com/weeklybikers http://feeds.feedburner.com/weeklybikers

newest

popular

Comments

VIDEO

@weeklybikers

Connect Us

Counter

item