Tanjakan Diselingi Hujan Menuju Bedengan



Minggu, 31 Jan 2016 

Hari itu kami bertemu Sulis, teman lama bersepeda yang sudah tidak pernah bertemu lagi sejak 2010. Bersama Pak Haryanto, dia mengajak kami (Andy, Indra, Ropen) bersepeda ke Parangtejo sekaligus untuk minta ditunjukkan jalannya. Ketika Sulis menanyakan seberapa berat rutenya, saya tak bisa menjawabnya pasti karena ini juga bakal menjadi perjalanan ke Parangtejo pertama kalinya buat saya tanpa loading sepeda di pick-up. Yang pasti, terakhir kali duduk di bak pick-up yang saya ingat adalah perjalanan menuju ke sana tanjakannya lumayan terjal.

Tersendat-sendat.

Kami memulainya sekitar jam 7.15 dan berniat mengakhirinya dengan berada di rumah sebelum dhuhur. Hawanya sejuk dengan cuaca mendung. Sayangnya perjalanan kami berulang kali terhenti.  Yang pertama karena terhalang jalan sehat di kampung, dan yang kedua hujan yang turun tidak menentu. Kondisi itu juga yang membuat target untuk mencapai Parangtejo sebelum jam 12.00 akhirnya dirubah. Kami memperkirakan finish di Bedengan atau sedikit di bawah Parangtejo sudah cukup baik.
MACET. Terhalang gerak jalan di kampung.
Selanjutnya kami bertemu Pak Pardi (kaos biru) yang kemudian bergabung.


Hujan sempat 3 kali datang dan pergi. Salah satunya di depan rumah ini tempat dimana kami sempat berteduh.


GRRR.  Kalau bertemu situasi seperti ini, disarankan pandangan tetap ke depan. Usahakan rileks dan jangan panik apalagi menatap mata si anjing.
AKHIRNYA. Pak Har memasuki camping ground Bedengan.
Sekedar untuk anda tahu.
Menyeberangi sungai dangkal yang ada di sana sebelum perjalanan pulang.
Jika sekian banyak tanjakan sudah dilalui, maka inilah saatnya mengambil 'kompensasi' yaitu menikmati serunya turunan melewati jalur off-road berliku.

Melewati genangan air yang mengalir dari sisa hujan yang baru saja reda.

PERMISI. Dilanjutkan dengan menyusuri ladang.
Trail nya berakhir di sini. Sungai Metro yang juga sering dipakai mandi dan bermain.
Di situ kami sekaligus berhenti sebentar membersihkan lumpur yang melekat di sepeda.


Sama seperti kami, anak-anak ini kemari juga menggunakan sepeda. Mereka tinggal di sekitar kampus Unibraw yang berjarak sekitar 3 km.

Total jarak kami mengayuh sekitar 25 km dari rumah. Saya tiba jam 11.30.



Penulis, Fotografer: Andy

Related

story 2890426654591011672

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Us

http://twitter.com/weeklybikers http://facebook.com/weeklybikers http://feeds.feedburner.com/weeklybikers

newest

popular

Comments

VIDEO

@weeklybikers

Connect Us

Counter

item