Uniknya Berkompetisi di Unique Race


Unique Race baru saja berlalu hari minggu kemarin (25/10/2015), tapi euforianya masih tersisa. Sebuah event balap sepeda yang menonjolkan rasa kebersamaan dan serunya canda tawa dari berbagai komunitas sepeda berhasil dikemas dengan sangat baik oleh penyelenggara melalui event yang tidak hanya mengandalkan skill bersepeda, tetapi rider juga dituntut untuk memiliki kecepatan berpikir serta penguasaan medan dan penerapan strategi yang baik.

Sebuah tim terdiri dari 3 orang yang akan beradu cepat dengan team yang lain di sepanjang kurang lebih 14 km track Tutur - Welang. Track ini dibagi lagi menjadi 3 segmen di mana di setiap check point peserta wajib menjawab soal di lembar jawaban layaknya Ujian Nasional. Jawaban yang benar akan diberikan pengurangan waktu dari total catatan waktu yang dicapai oleh team (mempersingkat), sementara jika salah akan diberikan tambahan waktu (memperlambat). Tidak cukup sampai di situ, setelah melalui check point yang kedua, para rider dalam satu team diharuskan berpencar melewati 3 rute yang berbeda untuk mencapai checkpoint 3 hingga finish.
Sebagai contoh strategi, team memilih salah satu rider dengan riding skill terbaik untuk berhenti mengisi semua soal di check point 1 dan 2 dan membiarkan dua rekannya yang lebih lambat untuk terus melaju. Bisa juga sebaliknya, memilih salah satu rider yang paling terlihat 'kutu buku' untuk menjawab soal. Atau malah mengerjakannya bersama-sama?

Tidak semudah itu..
Karena ternyata benar adanya..
yang kita baca di poster itu bukanlah sekedar slogan..

BANTER THOK GAK COKOP!

Technical meeting sesaat sebelum race.

Nomor peserta dengan warna yang berbeda untuk satu team menyesuaikan jalur yang harus dilalui tiap rider untuk mendapatkan checkpoint 3. Konon sesuai namanya yang seram, track Kalimati merupakan yang paling menyusahkan.
WAKTU YANG TERBUANG PERCUMA. Berhenti di pertengahan segmen sejatinya bukanlah keputusan yang tepat kecuali jika stamina memang sudah terkuras habis. Spot terbaik untuk beristirahat adalah di check point sembari mengerjakan soal.

Lebih baik menuntun perlahan daripada berhenti jika sedang kelelahan di pertengahan segmen.
Turun dari sepeda dan mengerjakan soal dengan posisi yang menurut anda paling nyaman tampaknya lebih menguntungkan. Soal anak TK sekalipun akan terasa setara dengan soal ujian masuk perguruan tinggi jika dikerjakan di atas sepeda dengan nafas yang terengah-engah. Tidak percaya? Silakan dicoba.
TENANG & PERCAYA DIRI. Salah satu peserta menggunakan bantuan kalkulator HP. Sedikit memakan waktu ketika harus mengeluarkannya dari tas/saku, tetapi tingkat keakuratan jawaban terjamin.

TERGESA-GESA. Secara teori, mengerjakan sesuatu bersama-sama harusnya membuat segalanya lebih mudah. Namun kedua rider ini malah banyak membuang waktunya karena terlibat perdebatan sengit tentang masalah sepele yaitu hasil perkalian 9 x 7.
Keuntungan yang didapat jika selalu bersama dalam team. Jika ada yang mengalami trouble, rekannya membantu.
Sempat terlihat race line yang terlepas dari tempatnya. Anak-anak ini salah satu penyebabnya. Jika ragu arah jalan, tidak perlu segan bertanya karena dengan senang hati mereka akan menunjukkan. Yah, namanya juga anak-anak..
Panitia sudah memperingatkan untuk menghindari obstacle yang ada di sepanjang track demi keselamatan. Boleh-boleh saja mengambilnya tapi dengan resiko yang harus ditanggung sendiri.
Ada juga yang mencoba uji nyali dengan menggunakan road bike di race ini.
GOOD BYE. Percabangan track Rockgarden, Mahoni dan Kalimati. Sampai di sini tidak ada lagi teamwork. Ban bocor, nyasar, silahkan ditangani sendiri.
Checkpoint 3 di track Mahoni.

Pertanyaan terakhir yang mudah tapi tetap saja banyak yang salah. Berapa jumlah huruf vokal dalam nama team anda?
Masih ada bantuan terakhir yang bisa dilakukan untuk team yaitu menyemangati rekan untuk melakukan pedalling menjelang finish.
Salah satu konseptor acara, Royansyah (rambut pirang), memantau langsung catatan waktu seluruh peserta di garis finish.


Fiyan dari team All Mountain Beer termasuk yang harus menuntun sepedanya hingga finish sejak di checkpoint 3 karena ban bocor dan kehabisan ban cadangan.
Komunitas yang selalu tampil nyleneh di tiap kesempatan. Siapa lagi kalau bukan Pedal Alas.
Informasi dan hasil yang berkaitan dengan race ini bisa dilihat di official page Unique Race.

Banyak review positif dari teman-teman yang sudah berpartisipasi di race yang baru pertama kali diadakan ini dan berharap untuk segera digelar seri kelanjutannya. Tak perlu menunggu lama, hal ini langsung ditangkap dan direspon dengan tidak kalah cepat oleh pihak penyelenggara melalui Royansyah, yang sudah memberikan tanda-tanda bakal digelar unique race berikutnya dengan tema 'wet race..pilih sendiri track-mu'

Let's see!

(Tulisan: Andy)

Related

story 5062090036850400202

Posting Komentar

  1. Mantep... bener bener unique event.... bravo utk penggagas eventnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih. Yup, buat event yg baru pertama kalinya ini sudah luar biasa.

      Hapus
  2. Matoh., next race semoga bisa gabung.

    BalasHapus

emo-but-icon

Follow Us

http://twitter.com/weeklybikers http://facebook.com/weeklybikers http://feeds.feedburner.com/weeklybikers

newest

popular

Comments

VIDEO

@weeklybikers

Connect Us

Counter

item