Mengenal Lebih Dekat Warga Desa Sukodadi Melalui BakSos.


Track Tutur Welang atau biasa disebut TW. Para penggemar MTB khususnya area Jawa Timur pastinya sudah akrab dengan nama ini. Popularitasnya semakin meningkat seiring dengan mulai terlihatnya pesepeda dari berbagai penjuru dalam negeri hingga mancanegara. Entah sudah berapa banyak pesepeda yang melintas disini. Ada juga sebagian dari mereka mengunjunginya rutin setiap minggu dan ada juga yang bahkan melintasinya berulang kali dalam satu kali kunjungan.

Di setiap kali kunjungan yang biasanya kami lakukan adalah start dari desa Tutur dan selanjutnya melaju kencang hingga berakhir di desa Welang tepatnya di warung Renes. Cukup simple. Namun jika dilihat lebih dalam, yang sebenarnya terjadi adalah kami sedang bersepeda melintasi pemukiman penduduk yang sejak dulu mayoritas kesehariannya dihabiskan dengan bekerja dan hidup dari kawasan ini dengan tenang, jauh sebelum track ini ditemukan dan dibuat. Kini jumlah pesepeda yang melintas di sana amatlah banyak, intensitasnya pun tinggi. Sebaliknya, jumlah interaksi terhadap penduduknya tidak ada perkembangan. Sekedar ucapan salam ‘selamat pagi’ dan lambaian tangan dari anak-anak di sejumlah titik adalah satu-satunya kesempatan bertegur sapa, itupun jika kami sempat membalasnya karena momennya sangat cepat disebabkan sepeda sedang melaju dalam kecepatan tinggi. Jadi kalau boleh dikata, selama ini kami terlalu asyik bermain di 'rumah orang' tanpa sempat untuk berkenalan dengan penghuninya.

Itulah alasan yang membuat kami (Indra, Vicky, Antony, Handa dan saya) melakukan kegiatan kali ini. Kami sepakat untuk sekaligus mengemasnya dengan mengajak sejumlah teman untuk berpartisipasi dalam bentuk kegiatan baksos (bakti sosial). Lokasi tepatnya adalah di Desa Sukodadi, desa yang berada di pertengahan track TW. Waktu untuk merencanakannya sangat singkat (kurang dari seminggu) , tidak ada woro-woro resmi hanya mulut ke mulut dan via whatsapp. Kami berhasil mengumpulkan 16 orang penyumbang yang selanjutnya diwujudkan dalam bentuk bahan pokok dan peralatan tulis yang dikirim untuk 21 hunian di desa Sukodadi pada hari Jumat, 12 Juni.
Dalam perjalanan mencari rumah ketua RT.

Menurunkan barang setibanya di rumah pak RT (kiri gambar).

Kebetulan Bpk RT sedang keluar mengantar anaknya, seluruh paket untuk 21 kepala keluarga diserahkan melalui Bu RT.
Anak-anak yang terlihat gembira mendapatkan peralatan tulis dan kalender bergambar portrait anak-anak warga desa Karang Anyar (desa yang berdekatan dengan lokasi start track TW)
Suasana di dalam rumah Pak RT. Di sinilah Antony menyampaikan maksud kedatangan dalam bahasa Jawa yang lancar.


Bermain volley bersama warga.

Ini bagian paling seru dan lucu. Salah satu sumbangsih adalah berupa peralatan volley. Kami berjalan dari rumah pak RT untuk melihat lapangannya. Sesampainya di sana tiba-tiba Antony dengan percaya diri menyampaikan ajakan pada Mas Didik (salah satu warga di sana) untuk bermain volley bersama warga. Mas Didik pun dengan senang hati memanggil teman-temannya dan mereka mulai berkumpul di tepian lapangan. Selanjutnya Antony mengawali dengan melakukan pemanasan. Penampilannya yang mengenakan t-shirt, celana pendek dan topi baseball terbalik tampaknya lumayan sukses membuat nyali mereka sedikit ciut. Tidak ada warga yang berani berinisiatif memasuki lapangan. Tapi itu hanya sesaat. Kepercayaan diri mereka spontan muncul ketika Vicky dan Indra mulai bergerak melakukan pemanasan. Kenapa bisa? Ya, karena tidak terlihat unsur gerakan teknis volley yang ditunjukkan mereka berdua..hehe. Perlahan para pemain dari warga desa mulai membuka baju dan satu persatu memasuki lapangan sementara Indra dan Vicky beringsut mundur menepi menyisakan Antony yang akhirnya menjadi bulan-bulanan smash dahsyat warga desa.

“Kenapa gak bilang dari tadi kalo gak ada yang bisa main volley?” kata Antony dalam perjalanan pulang di mobil.
Lokasi lapangan volley yang berdekatan dengan langgar. Hanya 50 meter dari rumah Pak RT.

Suasana bermain volley dengan warga.


Supporter volley desa Sukodadi.

Berkenalan dengan Mas Didik. Dia bercerita banyak tentang sejarah desa dan track TW. Sekarang dia menjadi teman baru kami.

Akhirnya menjelang senja kami pun berpamitan. Alhamdulillah semua kegiatan ini berjalan dengan lancar. Terima kasih buat semua teman yang sudah berpartisipasi. Semoga semua yang sudah disumbangkan bisa membawa manfaat bagi warga dan Insha Allah menghasilkan amal bagi penyumbang.

Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan.


Foto & Tulisan: Andy

Related

story 7008121816712513025

Posting Komentar

  1. Mantapppp...
    Alhamdulillah, semoga bermanfaat.
    Marhaban Ya Ramadhan

    BalasHapus
  2. Mantapppp...
    Alhamdulillah, semoga bermanfaat.
    Marhaban Ya Ramadhan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Om Mario partisipasinya.

      Hapus

emo-but-icon

Follow Us

http://twitter.com/weeklybikers http://facebook.com/weeklybikers http://feeds.feedburner.com/weeklybikers

newest

popular

Comments

VIDEO

@weeklybikers

Connect Us

Counter

item