Awal Februari Bersama Freeriders Jakarta

31 Januari - 1 Februari 2015.

Rider (Ki-Ka) : Rama Adha, Wisnu Reza, Erfin PS, Dedy Afriantoni, Ronnie Este, Aron Tanoey, Puji Diaz.
Siapa kah Freeriders itu?

Dari pembicaraan singkat dengan para anggotanya, mereka menyebut diri mereka sebagai freeriders bukan layaknya rider beraliran freeride yang kebanyakan kita lihat di youtube dengan segala big jump, big drop, tail whip atau trik lainnya, melainkan kata  freeriders disini lebih menggambarkan “kebebasan”, bebas dalam arti siapa saja boleh bergabung, bebas memilih track mana saja, bebas memakai sepeda apa saja, asal syarat utama “fun and safety” terpenuhi. Didominasi dengan merk SantaCruz seri Nomad Carbon 3 650B, ada pula Yeti SB66, Nomad 2, yang semuanya merupakan spesifikasi sepeda All Mountain.


Tiba di Malang.

Group kali ini, dipimpin oleh Om Ronnie, yang ditemani Om Erfin, menempuh jalan darat dari jakarta sampai ke malang, menggunakan mobil innova yang biasa dibawa ke setiap agenda bersepeda, mereka tiba pukul 08.00 WIB dirumah saya, sedangkan 5 Rider lainnya menggunakan pesawat dan mendarat di bandara ABD Saleh Malang, tiba pukul 10.00WIB. Sesampainya mereka semua di rumah saya, segera aktifttas persiapan untuk besok pagi dimulai, merakit sepeda, loading ke pickup, persiapan apparel, dan penunjang lainnya. Karena pemimpin rombongan minta kami semua untuk mulai sepagi mungkin.
Segala persiapan dilakukan malam hari agar bisa berangkat sepagi mungkin esok hari.
Kejutan malam hari.

Malam sebelum keesokan hari nya dimulai tour kami ke Bromo, secara mengejutkan kami dibawakan Bapak Zainul oleh-oleh dari Ngadirejo setumpuk durian yang matang pohon dan 7 kardus berisikan apel manalagi yang masing masing seberat 21,5 kg. Durian ini segera dibawa ke ruang tamu dan semua menanti pesta durian ini dimulai. Tampak Om Erfin paling antusias untuk narsis dengan durian. Tidak semua durian dihabiskan, karena pesta akan dilanjutkan lagi sepulang dari bromo.


Perjalanan dimulai.

Berangkat pukul 05.00 WIB, final check dilakukan, dan kami siap berangkat. Semua rider dan sepeda diangkut menggunakan 2 armada pickup. Sarapan di warung Mak Yana yang menjadi langganan saya, di daerah Pakis, menu soto daging dan pecel menjadi pilihan kami, setelah mengisi perut, kami menyempatkan untuk mampir di Indomaret untuk membeli ransum yang diperlukan, air, roti, snack, dan rokok. Setelah itu perjalanan kembali dilanjutkan melalui rute terpendek yaitu melewati Tunggangan.
Sarapan di warung Mbak Yana.

Tiba di Penanjakan.

Setelah 3 jam perjalanan, melalui banyak tanjakan, dan pemandangan pegunungan, tiba juga kami di Penanjakan, Bromo. Start track 5cm sudah menunggu kami, kabut tebal menyambut. kegiatan rutin, unloading sepeda, persiapan gowes, briefing singkat, berdoa dilakukan. Tidak lupa tujuan utama adalah dokumentasi karena sebagian besar belum pernah merasakan serunya bersepeda di bromo.
Segera sesi “Foto Keluarga” dilakukan. Semua gaya, dan kamera disiapkan. Sekali lagi Om Ronnie membangkitkan antusiasme kami dengan semangatnya.



Petualangan dimulai.

Track 5cm menyuguhkan pemandangan yang indah, tetapi untuk dapat melihatnya kita harus melewati tanjakan yang lumayan panjang sekitar 4km, banyak cara melewati tanjakan ini, dengan menggowes, ataupun menuntun, semuanya boleh dilakukan, tetapi setelah di icon spot pertama, Pura Cokroniti semuanya akan terbayar, kaki yang lelah, kadar oksigen yang tipis akan segera terbayarkan oleh view yang indah disini, sayang sekali sekali lagi kabut mewarnai perjalanan kami. tapi paling tidak, sisa track 20km yang didominasi turunan akan memberikan hiburan yang lebih spektakuler.


Setelah menyelesaikan sesi foto, kami melanjutkan lagi petualangan yang menyisakan 20km lagi, dan 11km merupakan jalan makadam yang panjang dan melelahkan. Baik bagi fisik, maupun mental, tapi sekali lagi antusiasme semua rider membuat perjalanan ini menjadi menyenangkan, tiba juga kami  di setengah perjalanan. Rumah kaca, icon spot kedua, dimana kita bisa beristirahat sejenak untuk mengisi sebagian tenaga dan memakan ransum kami. Rumah hijau yang biasanya ada penghuninya, kali ini tertutup, mungkin penghuninya pergi ke ladang, karena kami memang tiba disana agak lebih awal dari biasanya. setelah 15 menit, kami melanjutkan perjalanan kembali, dan hujan menyambut kami sampai di finish.
Nyonya rumah kaca kebetulan sedang tidak berada di tempat.

Hujan menutup perjalanan kali ini.

Komunitas : Freeriders Jakarta (Members of Santa Cruz Indonesia & GT)
Durasi : 2 Hari.
Marshall : Christian Antony, Vicky.
Trails : 5cm, Dingklik-Welang.
Tanggal : 31 Januari - 1 Februari 2015.


CHW-01.31.01.15

Related

story 1045756117903847426

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Us

http://twitter.com/weeklybikers http://facebook.com/weeklybikers http://feeds.feedburner.com/weeklybikers

newest

popular

Comments

VIDEO

@weeklybikers

Connect Us

Counter

item