Berkenalan Dengan Rute Alternatif Jemplang


Minggu, 11 Jan 2015

Rencana hari itu adalah mencari alternatif rute Jemplang - Tumpang. Rute ini diperkirakan lebih baik dibanding rute terdahulu dengan presentase jalur aspal/perkerasan yang lebih sedikit. Kami (Antony,Vicky, Handa, Yopi dan saya) berangkat kesana dengan dipandu oleh Anom Harya dari komunitas Gowes Jelajah.

Mengintip track 'New Zealand'

Mengambil start dari Jemplang, kami menyempatkan waktu mengunjungi salah satu spot yang sering disebut ‘New Zealand’. Kebetulan jaraknya tidak begitu jauh dari tempat start. Kami menyempatkan kesana dan berfoto sebentar sebelum kembali lagi ke percabangan semula untuk melmulai perjalanan. Ada yang mengatakan julukan ’New Zealand' diambil karena viewnya yang menyerupai landscape negeri tersebut. Meski begitu, yang kami lihat ini baru sebagian kecil atau bisa dikatakan ujungnya saja, selanjutnya mungkin ini akan menjadi target lokasi bersepeda kami berikutnya.
Salah satu komponen fork depan milik Anom sempat terpental lepas ketika baru saja mulai. Kita berhenti sebentar untuk mencarinya sementara spot 'New Zealand' yang kita tuju sudah mengintip di ujung sana (kanan gambar)

Inilah tempatnya. Dari tempat mereka bertiga berdiri itulah spot terbaik untuk berfoto.

View yang didapat jika diambil dari spot yang tadi. Menajubkan!
Sering terjadi kami melewati pohon melintang seperti ini. Jika obstacle yang biasanya diwaspadai ada di bawah, kali ini juga ada di atas. Mengenakan helm hukumnya wajib untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu kepala anda terbentur.
Perjalanan dimulai.

Rute Jemplang-Candi Jago ini adalah modifikasi dan gabungan dari beberapa rute yang pernah kami lewati sebelumnya. Mayoritas adalah turunan dengan view yang sangat bagus. Kekurangannya adalah masih terdapat jalan yang rusak bekas terlewati roda motor trail. Untuk varian rute yang baru, beberapa percabangan jalannya tidak kentara sehingga jika tidak terlalu hafal bisa saja terlewatkan. Jalurnya belum bisa dikatakan benar-benar bersih. Mungkin karena masih baru, banyak pohon melintang di sana sini dan tanaman belukar yang cukup lebat. Bahkan Antony yang sudah mengantisipasi dengan berbekal sebuah celurit pun tetap saja tidak bisa berbuat banyak.
Salah satu percabangan yang tidak terlihat. Tangan saya menunjuk di sanalah awal varian rute yang baru.

Momen ketika menyingkirkan tanaman yang merintangi jalan pada rute baru
.
Ada juga pohon melintang yang susah dilewati kecuali anda mampu melakukan bunny hop setinggi 1 meter atau lebih.
Tiba di Dusun Jarak Ijo

Jalur itu ternyata berujung di dusun Jarak Ijo. Saya berhenti sejenak karena teringat pernah bermalam di rumah Kepala Dusun-nya sekitar bulan Juli tahun 2010 bersama Ropen, Indra & Fahmi. Lengkapnya ada di sini. Hampir 5 tahun berselang. Wow!
Selanjutnya kami terus bergerak mengikuti jalur perkerasan.
Rumah Kepala Dusun Jarak Ijo (Rumah bertingkat warna kuning).
Jalur perkerasan ini terus menurun tapi kami tidak boleh terlena karena percabangan selanjutnya benar-benar tidak terlihat dan muncul tiba-tiba. Lokasinya tepat di belokan tajam ketika sepeda sedang pada kecepatan tinggi. Jika kelewatan, bisa dibayangkan kita harus berhadapan dengan tanjakan berat untuk kembali ke sana.
Meluncur dari arah sebelah kanan gambar, jalur ini berbentuk tikungan U. Percabangannya justru patah ke arah sebaliknya seperti yang ditunjukkan Antony (celana hijau). Jalur masuknya adalah single track dari tempat teman-teman yang berkumpul di sisi kiri. Sedikit berbahaya karena kita harus menyeberang di tikungan.
Single track yang kita lalui cukup curam dan berkelok-kelok. Sayang jalurnya terputus di ujung terakhir yang membuat kami harus bahu membahu membopong sepeda di spot tersebut.
Tempat jalur yang terputus. Kami muncul dari 'terowongan hijau' di atas.
Dari tempat tersebut, perjalanan dilanjutkan melewati segmen yang pernah saya lalui bersama teman-teman dari Bikelanders (di sini). Jalurnya tidak berubah masih tetap rusak (nge-rail). Yang membedakan dari yang dulu adalah titik keluarnya. Di situ ada satu percabangan lagi. Jika dulu keluarnya di Dusun Dampul, kali ini di Dusun Benjor.


Satu kali melintasi sungai sebelum tiba di Dusun Benjor.
Tidak ada istirahat setibanya di Dusun Benjor. Kami memilih untuk terus melanjutkan perjalanan beraspal menuju titik finish di Candi Jago sekaligus beristirahat di sana.
Tampilan Candi Jago.
Begitulah perjalanan hari itu. Sayangnya tidak ada strava yang merekam rutenya.

Tulisan & Foto: Andy

Related

story 2517231915602565459

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Us

http://twitter.com/weeklybikers http://facebook.com/weeklybikers http://feeds.feedburner.com/weeklybikers

newest

popular

Comments

VIDEO

@weeklybikers

Connect Us

Counter

item