Track 5 Cm Bersama Permata Cycling Club Jakarta


Menyambung tulisan Antony tentang ‘survey 5cm’ akhirnya tiba juga di hari kita akan bersepeda bersama dengan teman-teman PCC (Permata Cycling Club) Jakarta. Segala sesuatu dari time schedule hingga perlengkapan selama bersepeda telah dipersiapkan demi kenyamanan bersepeda bersama. Sebagai tuan rumah sudah selayaknya kita memiliki kesiapan yang lebih daripada mereka.

Penjemputan.
Jum’at siang, 12 Des 2014.
Semua perlengkapan sudah dipacking rapi ke dalam tas. Teman teman yang tergabung dalam tim marshall track 5 cm (Antony & Indra) mulai berkumpul. Setelah beberapa saat  membahas persiapan, kamipun berangkat menjemput rombongan PCC yang rencananya tiba hari itu.
Suasana di bandara Juanda ketika kami menunggu rombongan PCC tiba.
Bandara Juanda sore itu tidak seperti hari hari sebelumnya yang selalu diselimuti awan mendung. Dalam hati kami berharap semoga langit akan cerah seperti ini ketika on track esok hari. Formasi tim kami akhirnya lengkap setelah Pak Arif yang berdomisili di Surabaya bergabung di bandara. Kami pun menunggu teman-teman PCC di gerbang kedatangan terminal 1 bandara. Setelah beberapa waktu menunggu tibalah mereka membawa tas sepeda masing masing yang masih rapih dan bersih. tanpa basa basi kami menyapa mereka dan langsung mengangkut backpack dan tas sepeda mereka yang segede gaban.

Rombongan dengan total peserta berjumlah 24 orang tiba di bandara.

Kami berkumpul di areal parkir bandara untuk berkoordinasi sejenak sebelum beranjak menuju Wonokitri, . Dengan beberapa kendaraan, sekitar Pk. 8 malam kami pun menuju ke Wonokitri, walaupun selama perjalanan rombongan kendaraan terpisah karena ada yang menyempatkan diri untuk melengkapi perbekalan untuk trip bersepeda akhirnya kami tiba di Wonokitri dengan selisih waktu yang tidak jauh berbeda.

Persiapan.
Malam itu Wonokitri dingin berkabut dengan sedikit gerimis. kami menempati penginapan yang telah disediakan, menurunkan semua barang barang dan mulai merakit sepada masing-masing dan mempersiapkan peralatan untuk trip.
Persiapan dilakukan malam itu juga di penginapan.


Sabtu, 13 Des 2014
Keesokan harinya mata masih susah untuk dibuka dan dinginnya udara pagi masih membuat badan nyaman untuk tetap berada didalam sleeping bag, tetapi melihat sepeda yang sudah terlihat siap untuk  digeber di track rasanya badan menjadi semangat kembali. Pagi itu langit terlihat cukup cerah, langit yang biru membuat semangat teman-teman semakin on-fire.. kami memulainya dengan sarapan nasi goreng dan telor ceplok buatan mbak Indra yang lumayan buat mengganjal perut. Setelah semua siap kami pun berkumpul di parkiran wonokitri untuk memulai perjalanan menuju start Penanggungan. Sepanjang jalan menuju Penanggungan kami pun dihibur dengan view taman nasional BTS yang benar benar luar biasa.. memang benar trip 5cm adalah track dengan suguhan view yang sangat indah.
Nasi goreng bikinan Mbak Indra menjadi santapan kami pagi itu.
Suasana di depan tempat kami menginap.

Start Penanjakan.
Tak lupa briefing tentang track dan berdoa bersama. Start dibagi menjadi 2 tim yaitu tim cepat yang dipandu oleh Antony dan regu narsis dengan saya sendiri dan Pak Arif sebagai sweeper.
Briefing yang dilakukan Antony. Sesaat menjelang start.
Tanjakan pertama track ini lumayan menghabiskan nafas dan karena tipisnya juga udara di ketinggihan. Tim cepat sudah jauh di depan sedangkan tim narsis yang berisi saya bersama om-om dan tante-tante masih asik nanjak sambil bergurau, merah menyala mulai mewarnai wajah kami dan nafas pendek terengah engah mulai sering terdengar.
Regu narsis ketika masih dalam kondisi bugar.
Sesampai di beberapa bukit datar menuju spot view pure kedua tim mulai berkumpul, satu demi satu mulai berdatangan, nampak ada seorang datang dengan wajah pucat dan langsung pingsan ketika berkumpul dengan yang lain. tampaknya salah satu dari anggota kami ini terlalu memaksakan di tanjakan dengan udara yang tipis, teman2 yang lain membantu memberi pertolongan pertama, evakuasi mulai di rencanakan, akan tetapi beberapa menit kemudian dia mulai sadar dan bisa melanjutkan trip kembali. Kami pun melanjutkan trip dengan pola santai karena mengingat fisik dari tim narsis yang rata2 bukan fisik atlit, sesampai di spot view pure wajah wajah yang tadinya terlihat pucat berubah menjadi sumringah takjub akan view di spot tersebut.
Momen ketika regu narsis bekerjasama menggotong salah satu rekannya yang kondisinya drop dan jatuh pingsan.
Tiba di pure. Titik tertinggi rute ini.
Track setelah pure sebagian besar adalah track landai dan turunan. Seatpost kami turunkan dan kami pun melanjutkan trip tetap dengan suguhan view yang menarik khas track 5cm.Saking asiknya dengan turunan, tak jarang dari kami yang selip dan terpeleset hingga jatuh karena licinnya track. Kemudian hujan pun mulai turun, semakin licinnya track menjadikan nyali tante-tante goweser ini mulai menciut dan akhirnya di setiap track turunan mereka menuntun sepeda mereka, dengan sabar Pak Arif sebagai sweeper memandu dan memberi semangat tim yang buntut. Jalan makadam menuju titik rumah kaca menjadi track yang sangat panjang karena kebanyakan dari kami tidak berani menaiki sepeda karena turunan makadam yang sangat licin.

Beberapa pesepeda mulai terpeleset akibat licinnya jalan.
Hujan mulai turun. Para peserta mulai mengenakan raincoat.
 Saya dan beberapa teman yang lain tiba terlebih dahulu di titik tersebut, selanjutnya kami menunggu yang lain datang dengan menyeruput teh dan kopi panas buatan Ibu penghuni rumah itu. Saat itu kami mendapat kabar kalau Tim Antony sudah tiba di finish. Karena hari sudah menjelang gelap dan kami masih di posisi rumah kaca, akhirnya kami memutuskan untuk meng-evakuasi para tante menggunakan hardtop sayur dan ojek, sedangkan sisanya tetap malanjutkan trip hingga finish tanpa menggunakan headlamp dengan medan turunan makadam ditemani rintik hujan.
Salah satu peserta yang tiba terlebih dulu di rumah kaca menanti rekan-rekannya yang belum tiba.
Sementara itu di dalam rumah sebagian yang lain asyik berkumpul diperapian sambil menikmati kopi panas bikinan Ibu tuan rumah.
Jalanan makadam yang licin membuat beberapa peserta memilih untuk menuntun sepedanya.
Hari mulai gelap. Penerangan seadanya mulai dinyalakan untuk memberi tanda jika berpapasan atau ada kendaraan lain di belakang.
Syukur Alhamdulillah akhirnya kami semua sampai di finish dengan kondisi tim yang lengkap pukul 19.20, selisih sekitar 3 jam lebih dengan tim Antony yang sampai duluan pukul 16.00. Strava saya menunjukkan durasi trip selama 10 jam sekian menit dengan moving time selama 3 jam 30 menit, luar biasaa..Setelah bersih bersih dan makan malam di sekitar lokasi finish, kami pun kembali ke base penginapan di Wonokitri untuk beristirahat.

Sunrise.
Minggu, 14 Des 2014
Keesokan harinya kami menikmati matahari terbit bersama di Penanjakan dilanjutkan dengan turun ke lautan pasir untuk menikmati pemandangan dan berfoto di sana. Sebagian dari kami ada yang melanjutkan trip untuk menjajal track Tutur - Welang bersama Antony dan Pak Arif.
Para penghobi foto yang ada di antara rombongan langsung beraksi pada saat sunrise.

Regu yang ini tidak ikut ke rute Tutur-Welang tapi foto-foto bersepeda harus tetap ada..hehe

Setelah rasa pegal lumayan terbayarkan dengan view matahari terbit dan view lautan pasir, kami pun check-out dari penginapan dan menuju Welang untuk menjemput teman-teman yang lain. Sesampai di welang tampak beberapa teman sudah finish dengan wajah yang nampak puas menjajal track tersebut. Sepeda dan barang - barang lain akhirnya dipacking rapi di pick-up dan kami bergegas menuju ke bandara Juanda.
Barang-barang yang sudah dipacking rapi mulai dipindahkan di bandara.
Rupanya Bandara Juanda adalah titik berakhirnya trip bersama teman - teman Permata Cycling Club Jakarta. Kami mengabadikan moment terakhir ini dengan berfoto bersama. Sungguh pengalaman yang unik bersama om-om dan tante-tante yang luar biasa, bersepeda menjadikan kesenangan tersendiri yang tidak mengenal umur dan fisik seperti mereka dan yang terpenting bagi mereka adalah bagaimana bisa bersepeda bersama.  Hahahaha..Semoga kita bisa gowes bareng lagi di lain waktu, Sampai Jumpa..
Foto bersama sebelum berpisah.
Kami akhirnya kembali pulang ke Malang malam itu juga dengan tubuh yang lelah. Sementara itu entah kenapa sepertinya ada sesuatu yang mengganjal pikiran sebelum kami tertidur..

Oh...bike rack kami tertinggal di penginapan!

Foto & Tulisan: Handa
Editor: Andy

Related

story 1340929365307585851

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Us

http://twitter.com/weeklybikers http://facebook.com/weeklybikers http://feeds.feedburner.com/weeklybikers

newest

popular

Comments

VIDEO

@weeklybikers

Connect Us

Counter

item