Menyusuri Sumber Air Brantas dari Cangar hingga Batu

Minggu 25 Januari 2015,


Pk 07.20
 
Saya sudah siap nunggu jemputan mobil loading teman-teman  di daerah Sengkaling. Hari ini agenda gowes kami ke Cangar, desa yang letaknya sekitar 20 Km Utara kota Batu, yang terkenal dengan pemandian air panasnya. Saya sangat antusias sekali, karena belum pernah bersepeda lewat rute ini. Tak lama menunggu, mobil sudah datang dan kitapun berangkat menuju lokasi. Perjalanan menuju Cangar dari kota Malang sekitar 1 jam saja. Oh iya, peserta Gowes hari ini Cuma 6 orang aja, yaitu : saya (Mario), mas Indra, om Bejo, Ardi, Noval (tmn Ardi) dan mas Bodrex.

Perjalanan Menuju Cangar


Sekitar Jam 09.00 kami sudah tiba di lokasi. Start point gowes rute Cangar berada di bekas Gedung budidaya Jamur. Saya sebut bekas, karena gedung-gedung itu saat ini kondisinya mangkrak & tidak terawat, sungguh sayang sekali. Tapi, bagi kami gedung tersebut merupakan spot untuk foto-foto yang bagus, bentuk gedungnya menyerupai Hanggar pesawat. Oh iya, titik start ini ternyata letaknya di atas & sekitar 300m sebelum pemandian air panas Cangar. Setelah pelemasan otot dan berdoa bersama, kamipun siap untuk start.

Titik start di Ex. Gedung Budidaya Jamur
Hanggar Pesawat
Rute awal selepas Start, kita langsung bertemu dengan tanjakan landai dan panjang, lumayan ngos-ngosan juga, tetapi udara sejuk segar dan pemandangan indah, membuat kita tetap semangat sampai di puncak, setiba di puncak kamipun istirahat sambil menikmati indahnya alam. Kalau saya gambarkan, di kiri itu pemandangan gunung yang sudah digarap menjadi persawahan berpetak-petak, sedangkan di kanan pemandangan gunung yang masih alami dan berupa hutan. Melihat pemandangan seperti ini, rugi rasanya kalau gak foto-foto dulu.. hhehehe…
Pemandangan di sisi kiri.
Pemandangan di sisi kanan
Setelah cukup istirahatnya, kita melanjutkan perjalanan. Rute kali ini cukup menantang, karena kita dihadapkan jalur turunan yang sangat curam, turun, turun dan turuuun…, rem belakang sepertinya gak bisa lepas dari genggaman, ada beberapa teman yang memilih menuntun daripada terpeleset. Mungkin juga efek dari musim penghujan, sehingga rute yang kami lewati tanahnya lembab, tapi tidak terlalu licin & tidak becek, jadi jalannya seru..

Diantara Kebun Wortel
Tiba di Sumber Brantas.

Sekitar 15 menit perjalanan, akhirnya kami tiba di belakang area “ARBORETUM Sumber Brantas” . untuk memasuki area ini, kita melewati pagar berduri yang telah terbuka, kemudian melewati jembatan yang ada portal betonnya, hal ini saya kira bertujuan agar pengendara kendaraan bermotor / trail tidak dapat memasuki wilayah yang alami ini. Di area ini jalannya sudah dipaving beton dan tamannya tertata baik, hanya saja kurang perawatannya. Dengan melalui deretan taman bunga yang indah,  kami mengayuh sepeda sekitar 200 meter hingga titik sumber air. Setiba di lokasi sumber air, saya tertegun, dalam bayangan saya “sumber air” nya begitu deras dan besar, mengingat di kota asal saya “Surabaya” sungai Brantas sangatlah besar. Tetapi ternyata sumber air sungai Brantas itu berasal dari  dalam sebuah cekungan tanah yang luasnya tak lebih dari 1m persegi, dan terdapat air jernih yang terus menerus mengalir dengan tenang. Tepat diatas sumber tersebut terdapat papan bertuliskan “Dari Tempat Ini Berasal Air Kali Brantas”. Di tempat ini disediakan tangga untuk turun, sehingga pengunjung dapat merasakan betapa segar dan jernihnya air sumber tersebut, bahkan beberapa teman termasuk saya mencoba meminum beberapa teguk air alami ini. Tak lupa juga, om Bejo mengisi penuh botol minumnya untuk bekal sampai finish katanya, hhehe..

Sumber Air Brantas



 Setelah puas bermain air & foto-foto, kita meneruskan perjalanan. Untuk keluar dari wilayah “ARBORETUM” , kita bersepeda menyusuri air sumber tadi hingga ujung jalan, dan melewati pagar berduri yang juga telah terbuka. Jalur berikutnya ini masih tetap seru lho.. setelah sedikit melintas di jalan beraspal, kita kembali ke arah hutan dengan melewati turunan dan persawahan. Yang tak kalah seru yaitu selama rute ini kita 3 kali melintasi sungai yang airnya berasal dari sumber tadi, tetapi kali ini airnya sudah mulai banyak dan arusnya deras. Sekitar 20 menit, kita tiba di Rumah Kayu. Menurut saya sih rumah ini dibangun untuk peristirahatan Petugas Penjaga Hutan, karena letaknya memang ada di tengah-tengah hutan Pinus yang asri. Disini kami kembali beristirahat, sambil bercana dan makan jelly (cemilan wajib gowes dimanapun) hhehe…

Rumah Kayu
Setelah dirasa cukup istirahatnya, gowespun dilanjutkan. Rute kali ini mengingatkan saya akan Track Tutur – Welang tapi ini versi alami – nya, dimana kita bisa meliuk-liuk diantara pohon pinus dengan kecepatan agak tinggi yang jalurnya juga masih menurun hingga bertemu bumi perkemahan Coban Talun. Darisini jalur kami mulai melewati perkebunan Apel hingga di daerah Selecta. Ditengah perjalanan sebelum Selecta, kami menemukan Spot yang sangat bagus untuk foto-foto, dengan beground kota Batu dan pegunungannya.

Indahnya kota Batu dan Pegunungannya
Dari Selecta, kita memasuki rute terakhir menuju kota Batu. Disini kami melewati kebun Apel, kemudian setelahnya perkebunan bunga mawar yang sangat luas. Menjelang titik akhir perjalanan, ada satu kejadian lucu, dimana ketika melewati sebuah tanjakan, tiba-tiba om Bejo yang saat itu berada di barisan paling belakang teriak-teriak.. “Hooiii Stoppp Hoiii…. Hooiii Stoopp… RD-ku ilang….!!!”  Seketika kami yang ada di depan berhenti dan kompak bilang “Hahhh!!! RD-ne ilang???” hhahaha…. Ya heran aja RD/Rear Derailluer (penggerak posisi rantai gir belakang) kok bisa hilang… hhehe.. dan ternyata Roller Pulley tengahnya yang hilang entah kemana, yang jadi misteri, mur & baut nya masih ada! Temen ada yang nyeletuk, ”mungkin gara-gara ngombe banyu sumber gak amit disek..” hhehehe.. ditambah kejadian bau belerang yang tiba-tiba menyengat ketika di sumber… yang ternyata salah satu temen kita ada yang kentut. Hahhaha…

RD om Bejo hilang
Setelah 15 menit kita mereparasi sepeda om Bejo biar tetap bisa digowes, kita melanjutkan perjalanan sampai titik akhir di Soto Ayam bu Rani yang lokasinya terletak di Alun-alun kota Batu.



Jalur Rute yang kami lewati ini bisa dilihat di Strava

Tulisan & Foto: Mario Handaziza

Related

story 8160924510921620920

Posting Komentar

  1. Jempol sembilan buat kontribusi pertama bung Mario di wbcom.
    Salut, Terimakasih dan Mantap!!!

    BalasHapus

emo-but-icon

Follow Us

http://twitter.com/weeklybikers http://facebook.com/weeklybikers http://feeds.feedburner.com/weeklybikers

newest

popular

Comments

VIDEO

@weeklybikers

Connect Us

Counter

item