Mengambil Bike Rack yang Tertinggal


Selasa, 30 Des 2014

Dari sebuah bike rack yang tertinggal ketika mengantarkan rombongan Permata Cycling Club (PCC) Jakarta beberapa waktu lalu, muncullah sebuah ide. Ketika itu Antony bermaksud mengajak saya dan sejumlah teman mengunjungi track 5cm sekaligus untuk mengambil bike rack tsb. Bagi saya, ini akan menjadi pengalaman pertama kalinya ke sana. Lokasi track 5cm sendiri sudah sering terdengar akan keindahan alamnya namun belum begitu banyak orang (termasuk saya) yang pernah merasakan sensasi bersepeda di sana. Hal itu  dikarenakan lokasinya yang lumayan jauh sehingga membutuhkan biaya dan kesabaran ekstra ketika harus duduk selama 4 jam dalam kendaraan. Jadi bisa dibayangkan, jika ingin bermain di sana anda harus siap menyisihkan waktu seharian. Faktor-faktor itulah yang membuat saya berpikir amatlah sayang jika momen ini dilalui hanya dengan bersepeda saja.  Kesempatan ini sekaligus kita manfaatkan untuk membuat video yang harapannya bisa menarik minat para pesepeda untuk berkunjung kemari, terutama bagi yang belum pernah.

Langsung saja, inilah susunan tim-nya:
Antony, Indra, Handa, Vicky, Erwan Jable dan saya (Andy).

Di sini tidak ada artis, tidak ada atlit apalagi budget, tapi dalam sebuah video selalu dibutuhkan sejumlah talent. Maka dengan pertimbangan jam terbang bersepeda yang paling tinggi diantara kami berenam, ditunjuklah Antony dan Indra untuk mengambil peran. Ibarat pepatah, tak ada rotan akarpun jadi..

Perlengkapan

Berikut ini perangkat yang dibawa setelah diseleksi (agar tidak kelebihan beban mengingat peralatan ini akan dibawa sambil bersepeda):
- Kamera DSLR Nikon D600
- Lensa 28-70 mm
- Lensa 20 mm
- Kamera Go-Pro Hero 3+
- Kamera pocket Olympus Tough
- Tripod
- Jacket/Raincoat

Start.

Kami berangkat ke track 5 cm di musim hujan. Sepintas terdengar seperti kabar yang kurang baik tapi sekaligus juga ada positifnya. Kenapa bisa? Ya, view yang ada di sana memang sudah pasti bakal terhalang kabut, jalurnya juga menjadi lebih licin tapi di luar semua itu, hampir semua video track 5 cm yang kami lihat di youtube menyajikan suasana dan view ketika dalam kondisi kering & cerah. Tantangan kali ini adalah membuat video track 5 cm dalam kondisi sebaliknya tapi bisa tetap menarik untuk dinikmati.
Titik dimana kita mulai menurunkan sepeda. Langsung disambut kabut dan hawa yang dingin.
Yang pertama dilakukan adalah mengambil bike rack di penginapan, kemudian proses selanjutnya mengalir begitu saja, tidak ada konsep yang dirancang khusus. Tujuannya sederhana yaitu menonjolkan pesona alam sekitar, kehidupan penduduknya dan tentu saja, sensasi bersepeda (termasuk apa saja yang harus disiapkan jika ingin ke sana).
Walaupun sederhana tapi prosesnya juga tidak semulus yang dibayangkan, beberapa adegan terpaksa diulang lebih dari sekali. Itu bisa disebabkan karena tangan si kameraman (Handa) gemetar karena nafas yang terengah-engah atau talent yang terjatuh dan masih banyak lagi faktor lainnya.
Ada anak kucing yang selalu mendekat ke Antony ketika baru saja mulai. Iseng kita coba memasukkannya dalam adegan dan ternyata dia bisa bekerjasama dengan baik,
Ini ketika rintik hujan mulai turun. Vicky (jaket hitam) adalah rekan yang ditunjuk Handa agar selalu dekat dengannya karena tripod dan lensa ada di punggungnya
Salah satu momen yang terpaksa diulang ketika Antony jatuh terpeleset di single track.
Imbas dari jalur yang licin. Kameraman pun tak luput dari resiko terpeleset.
Pulang.
Duduk di bak pick-up melawan dinginnya malam di lautan pasir membuat perut kelaparan. Satu-satunya yang bisa dilakukan hanyalah memutar lagu-lagu dari hp sambil menerawang bintang. Kami baru bisa mengisi perut ketika berada di Nongkojajar.
Masjid Besar Baitul Mahmud. Tempat berakhirnya rute 5 cm. Disini kita membersihkan badan, sholat dan langsung pulang melalui lautan pasir.
 Berhenti di sebuah warung nasi goreng di Nongkojajar. Lumayanlah meski tidak jelas rasanya tapi kami bisa melanjutkan perjalanan dengan kondisi lebih segar.

Seluruh proses kegiatan ini diawali Pk 6.30 mengambil lokasi di Threetones Studio dan berakhir hingga tiba di rumah Pk 21.30. Selanjutnya seluruh proses editing diserahkan pada Handa sementara kami yang lain cuma bisa memberi semangat sambil minum kopi…hehe

Mari kita tunggu,

Foto & Tulisan: Andy

Related

story 5809119869880203021

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Us

http://twitter.com/weeklybikers http://facebook.com/weeklybikers http://feeds.feedburner.com/weeklybikers

newest

popular

Comments

VIDEO

@weeklybikers

Connect Us

Counter

item