Perjalanan ke Dusun Dampul


Bersama sebuah komunitas bernama Bikelanders, kita semula berencana untuk menuju salah satu spot di kawasan pegunungan bernama puncak B29 yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Daerah tersebut juga terkenal dengan julukan Negeri di Atas Awan karena dengan ketinggian 2900 meter di atas laut membuat puncak B29 lebih tinggi daripada Gunung Bromo yang mempunyai ketinggian 2392 Mdpl.
Hanya saja sesampainya di gerbang masuk Taman Nasional sepertinya kita kurang beruntung, spesifikasi truk yang kita tumpangi ternyata tidak memenuhi persyaratan memasuki kawasan tersebut. Peraturan menyebutkan jenis truk yang diperbolehkan masuk adalah truk engkel beroda belakang single sementara yang kita gunakan adalah truk engkel dengan roda belakang double. Padahal untuk menuju B29 seharusnya truk harus bergerak hingga ke Jemplang. Bersepeda dari gerbang masuk hingga ke Jemplang juga masih terlalu berat.
Apa boleh buat, setelah berdiskusi, juga karena sudah terlanjur di sini maka solusi alternatif yang diambil sebagai pengganti adalah mencari rute alternatif sebagai rute hiburan sebagai obat kekecewaan tidak jadi ke B29.
Setelah bertanya petugas pos tentang rute offroad lain, ternyata ada rute yang startnya ditandai dari tiang listrik di ruas jalan menuju Jarak Ijo. Rute tersebut terhubung ke Dusun Dampul yang nantinya bisa keluar di Pasar Tumpang.


Gerbang masuk Taman Nasional Tengger Semeru dan truk biru yang kita tumpangi yang dianggap tidak sesuai dengan peraturan memasuki kawasan tersebut. Perjalanan memnggunakan truk berakhir di sini, selanjutnya kita masuk menggunakan sepeda.

Menanjak arah Jarak Ijo hingga bertemu dengan percabangan jalan yang ditandai dengan tiang listrik.

Terus menanjak hingga bertemu dengan tiang listrik (sebelah kanan pada gambar) untuk memasuki areal off road.

Beristirahat sebentar di ujung tanjakan awal. Bung Ropen memastikan bahwa kita baru saja menanjak dengan perbedaan elevasi 100 meter. Melalui gadgetnya, dia memberikan gambaran misalkan kita jadi nanjak ke B29 maka kita akan berhadapan dengan tanjakan kurang lebih seperti ini dengan jarak 5 kali lipat dari titik unloading yang direncanakan...lumayan.


Memasuki turunan single track yang berdebu tebal. Ranting-ranting kecil di sisi kiri dan kanan menghasilkan suara gemerincing merdu ketika menerpa frame alumunium yang mayoritas kita gunakan.

Ropen sedikit mengalami masalah ketika remnya tak bisa mencengkeram erat karena terkena semprotan pelumas rantai.

Bekas perapian. Ada orang sebelum kita yang pernah nongkrong di sini.
Di sela-sela ketika beristirahat, Bung Ropen iseng melempar pertanyaan: "Jalan ini sangat sempit & sekitarnya juga masih alami, yang jadi pertanyaan adalah bagaimana cara membawa tiang listrik kemari?". Jawabannya pun beragam mulai dari yang jawaban rasional sampai tidak rasional.

Logistik tidak perlu diragukan, dari roti hingga kopi bahkan susu coklat seukuran jumbo pun dibawa serta.

Selanjutnya tetap menyusuri single track dengan berhati-hati karena terdapat celah lubang di sana-sini.

Salah satu spot bagus, jika ada rider expert mungkin bisa langsung jump di sini.

Spot keren lainnya, melintasi celah di antara 2 tebing.

Saya sepertinya pernah sarapan di spot ini 2 tahun yang lalu.

Masih single track berdebu, kali ini punggungan dengan tepian kiri kanan jurang dengan view yang menawan.

Sepanjang perjalanan adalah single track, maka ketika bertemu dengan rombongan pengendara motor trail kita terpaksa mengalah sekaligus beristirahat di sebuah gubuk sambil menonton.

Pilihan berhenti di gubuk tidaklah salah. Selain bisa beristirahat, di sekitar tempat tersebut terdapat tanaman liar tomat seukuran ini. Rasanya yang kecut dan segar seolah mengembalikan semangat di tengah teriknya siang itu. Kitapun menonton pengendara motor trail yang lewat sambil ngemil.

Melanjutkan perjalanan. Ini ketika berada di akhir jalur yang berdebu.


Dusun Dampul sudah dekat, karena dirasa terlalu singkat, kita mencoba mencari rute alternatif dengan bertanya kepada penduduk sekitar. Targetnya adalah Desa Benjor. Sudah 2 orang kita tanyai tapi semua mengatakan tidak ada jalan tembus untuk ke sana. Satu-satunya jalan alternatif  menuju ke desa Benjor adalah kembali lagi ke atas. Jaraknya pun sudah terlalu jauh untuk kembali ke persimpangan yang berupa jalan setapak.

Tiba di Dusun Dampul.
Perjalanan berakhir, kita mengayuh di jalanan aspal dari Dusun Dampul hingga ke Tumpang.
Mungkin belum saatnya ke puncak B29. Semoga bisa ke sana lain waktu.

Tulisan & Foto: Andy

Related

story 4518409169143004212

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Us

http://twitter.com/weeklybikers http://facebook.com/weeklybikers http://feeds.feedburner.com/weeklybikers

newest

popular

Comments

VIDEO

@weeklybikers

Connect Us

Counter

item