Berburu Sunset Tegalweru

Senin, 20 Okt 2014.
Sore itu kami bertiga (Ropen, Erwan Jableh dan saya) sedang memiliki waktu luang dan berniat untuk mengisinya dengan bersepeda. Cerahnya cuaca dan posisi matahari yang sudah condong dengan sinarnya yang hangat membuat kami ingin berada di dataran yang lebih tinggi untuk menikmati sunset. Waktu menunjukkan Pk. 16.15 ketika kami berangkat dari rumah Erwan Jableh. Targetnya adalah menuju spot dengan view lepas di ujung Tegalweru sebelum maghrib.
Cuaca yang cerah di pertengahan tanjakan Tegalweru.

Mendekati titik yang dituju. Tampak langit yang sudah mulai berubah kemerahan.
Mungkin karena terlalu bersemangat, perjalanan menanjak kesana hanya membutuhkan waktu 30 menit saja dengan cara digowes nonstop. Tiba Pk 16.45 dan kami bersantai menikmati sunset sekaligus mempersiapkan lampu karena sebentar lagi langit akan gelap. Setelah itu Bung Ropen menawarkan untuk terus menanjak menuju Desa Selorejo karena menurutnya di sana ada warung di mana kita bisa menikmati teh panas dan bakso sambil melihat pemandangan kelap-kelip lampu kota Malang. Karena usulnya cukup menggiurkan, kita pun rela kembali menanjak.
Lokasi tempat kami menikmati sunset.
Suara adzan maghrib terdengar bersamaan ketika kita tiba di depan gerbang masuk Desa Selorejo yang juga biasa disebut Desa Wisata Petik Jeruk. Kebetulan di tempat itu juga terdapat langgar, maka sekalian saja kami bertiga menepi untuk menunaikan shalat maghrib berjamaah dengan warga sekitar.

Menepikan sepeda dan meluangkan waktu melaksanakan shalat maghrib di sebuah langgar.
Hari sudah mulai gelap, gapura Desa Selorejo pun sudah terlihat di depan. Perasaan sudah tak sabar untuk segera tiba di lokasi yang dituju. Bung Ropen berkata jaraknya tinggal lurus saja memasuki Desa Selorejo. Hanya saja, entah dia lupa atau sengaja ingin memberi kejutan, ternyata di balik gapura megah inilah terdapat tanjakan yang lumayan terjal..
Gapura tanda memasuki wilayah desa Selorejo.
Sedikit demi sedikit kami mengayuh dengan sabar sambil menengok kiri-kanan. Warung minuman panas dan bakso tak juga kelihatan. Setelah cukup tinggi saya berhenti dan menunggu Bung Ropen yang ada di belakang. Sayangnya dia tiba dengan kabar yang kurang bagus. "Bro, warungnya tutup!"
Jika menengok ke belakang, seperti inilah beratnya tanjakan yang kita lalui setelah memasuki gapura.
Akhirnya kami berhenti untuk membeli roti dan nutrisari sachet di sebuah kios sambil kembali berdiskusi, plan B adalah (lagi-lagi) menanjak mencari spot terbaik untuk menyantap bekal yang baru saja dibeli. Setelah melewati perkampungan, kami memasuki areal ladang. Jalannya masih beraspal. Samar-samar dari sorotan lampu sepeda terlihat tanjakan menjulang di depan, jauh lebih terjal dari yang sudah kita lewati. “Gimana nih, lanjut?” Bung Ropen menanyakan. Lalu kami sepakat untuk melanjutkan semampunya.
Daerah tersebut sangat gelap gulita, lampu sepeda kami adalah satu-satunya penerangan. Tanjakan yang teramat terjal membuat roda depan sepeda kami sesekali terangkat. Di tengah susah payahnya menanjak tiba-tiba terdengar suara yang familiar sekaligus kami benci. “Guk!!!” Tidak tanggung-tanggung, beberapa ekor anjing muncul dari sebuah rumah dan menunggu dari arah atas dan bawah seolah sengaja menjebak.
Kami terpaku sejenak lalu kompak memutuskan untuk putar balik karena turunan terjal adalah pilihan terbaik jika harus beradu sprint dengan anjing-anjing tersebut.

Syukurlah, mereka hanya diam saja saat kami lewat..

Pilihan untuk beristirahat akhirnya ada di tanjakan Desa Selorejo. Kami menyantap bekal sambil mengobrol. Waktu menunjukkan Pk 19.15. Cukup lama kita berada di sana hingga kembali meluncur turun dan mengakhirinya dengan segelas teh panas di sebuah kedai tepat di depan perumahan Oma Campus.
Beristirahat di tanjakan Desa Selorejo yang tadi kita lalui.

Kedai tempat kami menikmati teh panas di depan perumahan Oma Campus.
Demikianlah kegiatan bersepeda kali ini hingga akhirnya saya tiba di rumah sekitar Pk. 20.30.
Terima kasih sudah membaca.

Foto dan tulisan oleh: Andy

Related

story 4259729735364563525

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Us

http://twitter.com/weeklybikers http://facebook.com/weeklybikers http://feeds.feedburner.com/weeklybikers

newest

popular

Comments

VIDEO

@weeklybikers

Connect Us

Counter

item