Gowes Jabung Finish Sego Empok

Perut sudah terisi sepotong telor yang dimasak mata sapi, cukup untuk perjalanan mancal sepeda di hari Minggu (14/09/2014) bersama 6 bapak-bapak komunitas Suropati Gowes. Karena Jumat kemarin tidak ada pertemuan, maka kami putuskan Minggu pagi itu area gowes adalah sekitar Pakis dan Jabung, Kabupaten Malang. Sambil mencari tempat makan (kuliner) di tengah jalan yang kami lewati.

Mobil selepan padi banyak kami jumpai dan menghias tank untuk acara bersih desa di Jabung yang tidak lama lagi akan segera di gelar.

Jalur yang kami lewati adalah jalan aspal Sawojajar, Cemoro Kandang, Desa Slamet - Tumpang. Kemudian masuk ke arah Pucangsongo melalui jalan aspal berlubang dan jalan setapak pematang yang membelah persawahan, hingga bertemu dengan Jalan Raya Sumber Pasir.

Melewati jalan setapak menuju Sukoanyar.
Tugu pertigaan ke Jabung, Pakis dan Bendo.
Istirahat di pos ojek sepeda motor pertigaan ke Pucangsongo.


Istirahat sejenak sambil makan jajan Moho yang dibawakan oleh Pak Hari.
Jajan Moho, jajan pasar yang terbuat dari tepung beras.

Kemudian masuk ke utara ke arah Jabung, melewati Kedungrejo, sampai bertemu dengan pertigaan Jalan Raya Jabung. Kemudian menuju Pasar Tradisional Desa Kemantren, Jabung untuk berburu Sego Empog.


Sego Empog (Nasi Jagung)

Sego Empog atau Nasi Jagung merupakan salah satu masakan khas dari Jawa Timur. Menu utamanya adalah nasi yang terbuat dari Jagung. Nasinya disajikan saat masih mengepul hangat/panas. Bersanding dengan sayur lodeh, urap, tumis cabai hijau dengan lauk tempe, ikan asin, ikan teri, peyek dan menjes. Plus sambal jika suka pedas.

Sego empog terdiri dari sayur lodeh, urap, tumis toge dan tahu, ikan asin, menjes dan bakwan. Di warung ini dimasak dengan kayu bakar

Nah ... menu inilah yang kita buru di sebuah warung kecil belakang Pasar Tradisional Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.

Warungnya kecil dan sederhana, penjualnya adalah sepasang suami istri dan seorang anak lelakinya. Jika ingin mencoba masakan sego empog ini, lokasinya tidak jauh dari Pasar Tradisional Desa Kemantren, pas di sebelah toko material bahan bangunan (Lintang -7 56' 58.3", Bujur 112 44' 55.4"). Setelah makan sego empog, energi terisi kembali dan siap melanjutkan gowes sepeda ke tujuan berikutnya yaitu pulang ke rumah.






Tulisan & Foto : Bung Roim a.k.a Imron Fauzi 



Related

kuliner 4560629687197927191

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Us

http://twitter.com/weeklybikers http://facebook.com/weeklybikers http://feeds.feedburner.com/weeklybikers

newest

popular

Comments

VIDEO

@weeklybikers

Connect Us

Counter

item