Track 5cm Dengan Semua Keunikannya


Ungkapan 'Ride More, Work Less' tampaknya sesuai dengan kehidupan yang saya jalani saat ini, tapi dengan keadaan ini, sangat memungkinkan bagi saya untuk dapat melakukan hobi saya yaitu Mountain Biking.  Berawal dari teman saya yang berhalangan untuk menjadi tour guide sepeda, saya pun mempunyai pekerjaan dadakan yaitu tour guide sepeda, dan track All Mountain yang dipilih salah satunya adalah Track 5cm.

Di explore pertama kalinya oleh Bpk. Ricky Alexander Maliangkay di tahun 2013, dan bertepatan dengan boomingnya film Indonesia bersetting di Gunung Bromo, Jawa Timur. Maka dipilihlah judul dan penamaan track dengan title yang sama yaitu “5cm”. Kesamaan nama dan perbedaan lokasi nya yang menjadikan unik. Seiring dengan cerita saya melalui tulisan dan foto foto, anda akan menemukannya.
Nama track '5 cm' diambil dari judul film layar lebar karya Donny Dhirgantoro yang kebetulan mengambil setting lokasi yang kurang lebih serupa.
Bandingkan dengan ini...tak jauh beda!

Start Point Track 5cm terletak di Penanjakan I, sedikit diatas start point track Dingklik-Welang, dan finishnya pun jauh berbeda, finish point track 5cm terletak di Desa Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur. Saya  memilih hari Rabu, 13 Agustus 2014, hanya saya dan rekan saya Arief Widianto yang bisa ikut untuk melakukan survei track, karena sudah hampir 1 tahun saya tidak ke 5cm, lucu sekali apabila seorang guide “kesasar” dalam memandu tamu nya.

Rabu, 13 Agustus 2014, jam 6.15 berkumpul di rumah saya, ritual pertama adalah sarapan, karena perjalanan cukup panjang, hampir 4 jam perjalanan. Sebungkus nasi pecel dan secangkir kopi dirasa cukup mengisi sampai saat makan siang nanti. Segera setelah semua persiapan selesai kami pun berangkat.

Setelah perjalanan jauh sampailah juga kami di start point track 5cm, Penanjakan I, cuaca sejuk, tapi sinar matahari cukup menyengat, sungguh serba salah, jaket dipakai atau tidak, akhirnya kami memutuskan untuk memakai jersey saja, tapi tidak lupa perlengkapan safety standard seperti helm, kacamata, buff (untuk menahan debu yang tebal ), glove, GPS, tools, ban cadangan. Tapi ada yang kami lupa yaitu berdoa, maklum terlalu terlena dengan pemandangan yang indah, God Forgive Us.
Cuaca sejuk tapi sinar matahari cukup menyengat.

 Track 5cm menawarkan berbagai keunikan, yang pertama kami rasakan adalah indahnya pemandangan, kedua tipisnya kadar Oksigen, ketiga debu yang tebal, keempat tanjakan-turunan yang beragam, tidak seperti kebanyakan track yang didominasi turunan. Fisik prima ditunjang dengan kesiapan peralatan, dan kondisi sepeda yang baik perlu diperhatikan, karena 3 faktor ini bekerja bersama dan saling bergantung satu sama lain.
Salah satu turunan dengan tikungan tajam dan debu yang tebal.

Setiap track punya Iconic Spot, kenapa saya sebut Iconic Spot?? Karena apabila anda tidak menemukan spot tersebut, anda serasa belum 100% datang kesana. Iconic Spot Track 5cm menurut saya ada 2, yaitu pertama, Pura Kecil di puncak yang dimana saat kita berada disana akan terlihat Bird Eye View yang spektakuler, dan yang kedua adalah Glass House (rumah yang terkesan tua dan bentuknya seperti balai desa).
Iconic spot pertama: Pura kecil yang berada di puncak tertinggi.
Iconic spot kedua: Rumah kaca. Disebut demikian karena bangunan kayu yang terlihat lawas ini banyak didominasi kaca.

Track ini adalah surga apabila anda adalah penghobi foto.

Di track 5cm turunannya terbagi atas 3 macam, 50% di awal track adalah pasir dan debu vulkanik yang cukup tebal menempel di permukaan tanah, apabila kita lalui dengan kecepatan yang agak tinggi, maka debu akan terbang dan menutupi pandangan rider di belakang, jarak pandang hanya sepanjang 3-4 meter saja, maka sangat penting untuk menjaga jarak, dan konsentrasi dengan instruksi verbal rider di depan anda.

 50% dari sisa track adalah kombinasi aspal rusak dan makadam tajam, dan disinilah kita justru harus berhati hati, jangan terlena dengan kondisi track lebar, karena disini banyak tikungan patah dan kadang kita akan bertemu dengan penduduk sekitar yang mengendarai motor, jeep, bahkan truk. Makadam tajam akan dengan mudah membuat ban anda bocor apabila tekanan ban terlalu rendah, terlalu cepat ban bocor, terlalu lambat brake pad termakan habis, sungguh suatu dilema.
Makadam dengan bebatuan tajam yang sewaktu-waktu bisa merobek ban sepeda.

Tidak lama sampailah kami di finish point, kelegaan sudah sampai dengan selamat, tanpa insiden sama sekali, fisik capek, tapi mata dan adrenaline sudah bekerja berkombinasi untuk memuaskan hobi yang sangat menyenangkan yaitu Mountain Biking.  Semoga tulisan ini menggerakkan para pembaca dan penghobi sepeda gunung untuk datang kesini, sampai jumpa di tulisan saya berikutnya. Salam. (Antony)
Finish di depan SMAN 1 Sukapura.

Foto-foto lain:



 Tulisan & foto oleh: Christian Antony

Related

story 7406687992656000503

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Us

http://twitter.com/weeklybikers http://facebook.com/weeklybikers http://feeds.feedburner.com/weeklybikers

newest

popular

Comments

VIDEO

@weeklybikers

Connect Us

Counter

item