Hutan Pinus, Kebun Kopi dan Warung Kopi.


Jalan-jalan kali melalui rute yang bagi pesepeda gunung di Malang sudah banyak yang sudah melewatinya, Gunung Mujur - Kebun teh. Beberapa badan jalan yang lebar dan view yang menarik serta relatif mudah dijangkau, membuat rute ini tidak hanya di gunakan olahraga buat penghobi sepeda gunung saja, terlihat dari jejak ban, juga penghobi mototrail dan mobil 4x4. Untuk hutannya tetap terjaga keasriannya.

Bikepals


Gowes kali ini bareng Bikepals, komunitas pesepeda gunung yg suka rekreasi di hutan, tidak maniak tanjakan namun juga tidak maniak turunan dan mereka bilang, mereka adalah penikmat alam. Jika biasanya istirahat untuk lima sampai sepuluh menit tidak dengan komunitas ini. Mereka bisa menghabiskan lebih dari itu, terlebih lagi ada warung kopi. Kopi yang pas pun semakin menguatkan suasana dengan beragam topik obrolan yang penuh canda.


Warung kopi


Untuk saya pribadi, setelah sekian lama tidak menapaki jalur di Gunung Mujur ternyata ada warung kopi. Posisinya cukup unik, di antara hutan pinus yang di sela-selanya tertanam kopi.

Sedangkan rumah pemiliknya hanya berjarak 15-20 meter-an dari warung. Mungkin kami terlalu pagi, warung ini awalnya tampak tutup dan Jambol (koordinator lapangan trip ini) menuju rumahnya untuk memesan. Kamipun memesan beberapa kopi sachet dan kopi hitam, oke... saya fokus ke kopi hitam saja. :)

Dan yang keluar adalah segelas kopi ber-varietas arabika dikenali dari sruputan pertamanya di gelas yang tanpa gula, ya... varietas arabika yang lebih kaya rasa dibanding varietas robusta. Entah ini kebetulan atau memang pemilik warung menyajikan kopi arabika. Dan hari sempurna, kopi yang nikmat untuk penampilan warung yang sangat sederhana bertenda biru.

Jika anda ingin mengenal pohon kopi varietas arabika atau robusta bisa datang ke tempat ini dan bertanya-tanya ke pemilik warung yg kebetulan juga petani kopi. Anda juga bisa membeli biji kopi kering kupas jika ingin repot-repot mencoba roasting dan meng-grinder sendiri di rumah. Memang tidak ada tanda yang khusus yang menandakan warung ini menjual kopi dalam bentuk biji, tapi jika ingin membelinya, bisa tanya ke pemilik warung.

Karena nikmatnya kopi yang kami minum tadi, kesempatan ini tidak saya lewatkan begitu saja, saya beli secukupnya dan untungya masih ada stok biji kupas. Pada saat akan membelinya, petani itu memberitahu saya kalau yang akan saya beli ini adalah varietas biji kopi arabika. Semakin speechless dan menghela nafas panjang... ini seperti salah satu lyric di salah satu lagunya Duran-Duran, Just a Perfect Day! biji kopi favorit saya dari petaninya yang bakal menjadi "eksperimen" pertama sangrai atau roasting (hehehe... seperti yang biasa dilakukan mbah saya dulu). Karena website ini adalah website tentang gowes, maka saya gak panjang lebar  soal kopi dan kembali soal gowes. :)

Perjalanan!


Untuk selengkapnya cerita gowes seperti pada foto-foto berikut ini, oh iya... tidak ada rencana menuliskan perjalanan di wbcom, sehingga tidak membawa kamera pocket, terkecuali inspirasi seperti pada judul. hehe

Foto-foto di bawah ini semua hasil jepretan di gadget teman-teman Bikepals untuk tulisan yang ditayangkan di wbcom.


Peserta banyak atau sedikit, komunitas ini selalu pake kendaraan truck. Maklum truk biasa pinjam dari tempat kerjanya Jambol.
Pemandangan menghadap selatan tampak timur Kota Batu dan gunung Panderman.
Beberapa jalan ada yang kondisinya seperti ini, jadi bisa terbayang kalau musim hujan.
Danang bilang suka banget dengan jenis tanaman palm, kami berhenti disini dan Danang mengambil beberapa foto. Dan foto inset kanan bawah, menurut Danang kemungkinan ini seperti adalah jejak kijang, dan posisinya tidak jauh dari pohon palm tersebut.Entah ini jejak kijang apa bukan, tapi yang jelas beda banget dengan jejak kijang yang ada di perkotaan. hehe... Dan apapun mamalia tersebut, semoga tetap terjaga habitatnya.
Menuju Lawang dari Kebun teh, ban belakang Danang bocor, kami berhenti untuk sekitar 20 menit, Jambol mengeluarkan toolbag yang di dalamnya ada alat tambal ban. Bikepals memang tidak biasa membawa ban dalam, mereka lebih suka membawa alat tambal ban.
Inilah penampakan warung kopinya, kami kekurangan stock foto saat di warung. Mungkin keasikan menikmati suasana.
Kondisi jalan yang relatif lebar dan hutan yang sejuk. Dan inilah peserta yang gowes hari itu: Samid, Gantrung, Andif, Danang, Antok, Jambol dan saya.
Sebagai penikmat kopi, hobi nongkrong di warkop dan penikmat alam, jika ada waktu, saya pasti kembali ke warung ini. :)


Terimakasih telah membaca dan semoga bermanfaat.

Tulisan: Bung Pen
Foto: Andif, Samid, Danang, Antok, Jambol


Related

story 6482479038258513412

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Us

http://twitter.com/weeklybikers http://facebook.com/weeklybikers http://feeds.feedburner.com/weeklybikers

newest

popular

Comments

VIDEO

@weeklybikers

Connect Us

Counter

item