Night-Ride Menyusuri Rute Tutur-Welang









NIGHT RIDE….???  Night
: Malam, Ride: Menunggang ???
Apa itu
sebenarnya Night ride dalam dunia sepeda yang anda tahu? Tapi sebelumnya mari
kita sempitkan lebih dulu ke jenis sepeda saya (Antony) dan riding style yang saya
tahu dan jalani saat ini, yaitu mountain biking, yang menggambarkan
sepeda yang saya pakai adalah mountain bike yang 80% saya gunakan di
medan gunung yang mayoritas berkuntur off road.
Kembali ke
bahasan awal tentang night ride, yang biasanya dilakukan di
setahun sekali dibulan puasa, kenapa hanya di bulan puasa? Alasan saya dan
teman teman adalah sensasi bersepeda malam hari di hutan, dan menghindari batal
puasa bagi yang menjalankan ibadah puasa.  Sebenarnya night ride bisa
dilakukan kapan saja, tetapi night ride yang saya lakukan ini lebih
menyenangkan dan seru juga aman bila dilakukan beramai ramai, yang jelas
mengumpulkan banyak orang untuk bersepeda malam hari di hutan baru bisa
dilakukan pada bulan puasa, seolah sudah menjadi tradisi tahunan di dunia
sepeda mtb.
Sebelum
melakukan night
ride
yang perlu dipersiapkan adalah lampu, lampu yang dipilih
juga bukan hanya sekedar “senter” atau “lampu emergency”, tapi lampu yang
memang di pakai di olahraga outdoor, safety gear seperti helm, knee guard,
glove, tools, pump, spare tubes, jacket, bladder, tas ransel
.
Perlengkapan yang membedakan pada saat night ride adalah lampu, sejumlah baterai cadangan & jaket penangkal hawa dingin.
Keseluruhan perlengkapan yang sebaiknya dibawa pada saat night ride.
-->
Tema night ride kali ini adalah Mancal, Ngopi, NgeMie dan Kontes Lampu. Lokasi yang kami pilih adalah track all mountain favorit kami Tutur-Welang (TW), yang berlokasi di Kabupaten Pasuruan, sekitar 1,5 jam perjalanan dari kota Malang dan loading menggunakan pick up berkapasitas 8-9 sepeda plus rider nya. Night ride kali ini kami pilih di hari Sabtu, 5 Juli 2014. Jam 21.00 para rider mulai berkumpul di titik awal loading, yaitu di ruko sukarno hatta indah.
Pk 21.00. Waktu yang disepakati untuk berkumpul.
Lokasi titik kumpul: Ruko Sukarno Hatta Indah, tepatnya di depan toko Pia Cap Mangkok.
-->
Setelah proses loading sepeda selesai (jam 22.00), kami bersiap siap untuk melakukan perjalanan menuju lokasi track TW, perjalanan akan memakan waktu sekitar 1,5 jam. Baik rider dan sepeda dimuat di atas pick up, sedikit sempit tapi masih bias ditoleransi mengingat jarak tempuh tidak terlalu jauh.
-->
Akhirnya sampai juga kami di lokasi track TW setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh dan untungnya cuaca malam itu tidak terlalu dingin, tidak seperti night ride tahun lalu. Sehingga jaket justru membuat tubuh kepanasan. Lampu lampu mulai dinyalakan, headlamp, handlebar lamp, kontes lampu dimulai. Bisa dilihat keseriusan peserta night ride kali ini, semua membekal minimal dengan 2 lampu untuk memaksimalkan penglihatan.
Sesi foto setibanya di lokasi.
Tampak ketika semua sepeda sudah diturunkan & semua lampu dinyalakan.
Biasanya pada siang hari track TW yang berdurasi lebih kurang 45menit dengan jarak sekitar 15km, bisa diulang sampai 2-3 kali loading, dengan kondisi tanpa banyak istirahat, speed yang cepat. Tapi dalam night ride lain kondisi nya, dengan kondisi malam hari track yang basah oleh embun malam, agak licin, dan penglihatan yang terbatas, menjadikan pace dan speed yang biasanya cepat menjadi hanya separuhnya. Apalagi dengan kekuatiran tersendiri seperti teman yang iseng bersembuyi di rerumputan dan mengagetkan rider di belakangnya, lemparan petasan pada saat kita konsentrasi melahap tanjakan, factor-faktor itulah yang membuat night ride selalu berwarna dan menyenangkan.
Suasana night ride ketika melintas di tengah hutan.
-->
Tema kontes lampu sudah terealisasi, kini saatnya tema lain yaitu Ngopi, dan Nge-Mie. Lokasi untuk beristirahat kami pilih di spot rumah getah, karena disana luas dan bersih, dan dinilai tidak mengganggu apabila ada kemungkinan rider dari komunitas lain yang lewat. Dan di tengah perjalana menuju kesana kami bertemu komunitas lain yang sedang barbeque. Kami pun berhenti sejenak untuk menyapa dan bersilahturami.
Bertemu komunitas lain yang sedang melakukan aktivitas barbeque.
-->
Setelah bersilahturahmi sejenak kami pun menuju lokasi untuk beristirahat, semua sepeda diamankan, semua ransum dikeluarkan, mulai dari air mineral, roti, popmie, jelly, kopi, milo, kompor portable, gelas, bahkan salah satu rider, membuka aktifitas ini dengan lagu lagu lewat speaker portable nya. Menjadikan suasana lebih asyik dan seru.
Aktifitas memasak menggunakan kompor portable.
Canda tawa, cerita nostalgia masa kuliah, perkenalan, diskusi seputar dunia sepeda, obrolan piala dunia, bahkan obrolan seputar pilpres mewarnai istirahat kali ini, sekali lagi tidak ada batasan umur, semua rider membaur mulai dari bapak bapak, anak kuliah, pengangguran (saya), wiraswasta, dosen, pegawai, semua membaur dan semua adalah penghobi sepeda gunung alias MTBers.
GAYENG. Hanya dengan sebuah kompor mini portable ternyata sanggup merangkul semua MTBers yang berasal dari segala kalangan.
-->
Setelah hampir 1 jam beristirahat, kami pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kami yang masih tersisa separuh track. Semua bertanggung jawab atas barang dan sepeda masing masing, semua rider juga wajib membereskan sampah yang ada, semua dimasukkan ke tas kresek, dan dipastikan tidak ada sampah yang tertinggal. Karena sampah yang ada adalah mayoritas plastik dan stereofoam yang tidak bisa diuraikan secara alami di hutan.
Setelah semua bersih kami melanjutkan perjalanan menuju finish, sekali lagi dengan budaya khas MTBers Malang, getak-getak an, canda tawa, sedikit kesasar, panic, campur aduk menjadi satu, 20 menit kemudian sampailah kami di warung Renes, finish point track TW. Jam menunjukkan pukul 03.15 WIB, sepeda diparkir, dan peralatan dirapikan, persiapan sahur dan loading pulang menuju rumah segera dimulai.
Akhirnya tiba di Warung Renes dengan sedikit tersipu..(hehe). Meski terlihat setengah mengantuk, dengan baik hati Ibu ini menyiapkan santap sahur buat kita.
Suasana santap sahur bersama.
-->
Pengalaman yang unik, menegangkan, menyenangkan, dan hanya terjadi setahun sekali, night ride menyajikan sensasi yang berbeda, tapi mari diingat, waktu terbaik untuk bersepeda adalah pagi hari, dimana tubuh masih fresh dan fit, malam hari adalah waktu bagi tubuh kita beristirahat, night ride sekali lagi adalah salah satu variasi dari berbagai cara kita menikmati hobi mountain biking.
Sampai jumpa di NR berikutnya, selamat menjalankan ibadah puasa, dan tetap bersepeda. Salam.

Foto & Tulisan oleh: Christian Antony







Related

story 6472026399757512811

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Us

http://twitter.com/weeklybikers http://facebook.com/weeklybikers http://feeds.feedburner.com/weeklybikers

newest

popular

Comments

VIDEO

@weeklybikers

Connect Us

Counter

item