Gowes Rekreasi Princi ke Bedengan



Hai... perjalanan weeklybikers kali ini mengulangi track yang sebelumnya pernah kita lewati minggu lalu, tetapi kali ini track-nya di balik dan lebih bervariasi.
Princi adalah sebuah dusun di Gadingkulon, Kecamatan Dau - Kabupaten Malang sedangkan Bedengan adalah bumi perkemahan yang masih berada di kecamatan yang sama. Kenapa memilih jalur ini? Seperti yg pernah di tulis Andy Suryawan sebelumnya tentang Bedengan, yaitu tempat finish yg "membuat kita selalu rindu untuk kembali".

Peserta...

Peserta kali ini adalah para penggowes veteran yg beberapa sudah jarang sekali gowes seperti Febri, Delly, Wawa, Ropen dan memperkenalkan teman Ropen bernama Uconk yang baru pertama kali gowes MTB, kebetulan sedang berkunjung ke Malang dan pas menginap di rumah Ropen, langsung di ajak sekalian.

Oke berangkat...

Mobil pikap berangkat dari rumah Ropen di samping kuburan Dinoyo dan bongkar di dekat kuburan Princi. Jadi bisa di katakan loading pikap dari kuburan ke kuburan.. huehueheu

Trip kali ini Indra sebagai ketua rombongan sekaligus merangkap sebagai penunjuk jalan. Banyak jalan menuju princi, tapi kali ini kita lewat depan Oma Kampus. Indra yang pernah ke titik bongkar sebelumnya pun mengalami kebingungan karena banyaknya percabangan jalan yg hampir sama, beberapa kali bertanya ke penduduk setempat dengan katakunci "jalan Menuju Parangtejo". Kita sampai di titik bongkar pukul 09:25 yg ternyata ada kuburan di selatan titik bongkar tersebut, bisa jadi kapan-kapan langsung menuju kuburan Dusun Princi.

Sebelum berangkat seperti biasa doa dulu,... dan doa dipimpin oleh Fahmi...

Track...

Track ini sangat pas untuk rekreasi, sepanjang perjalanan khususnya dari Dusun Princi ke Desa Selorejo disuguhkan pemandangan cantik hutan homogen, perkebunan dan warga yg ramah. Tidak lupa juga udara yg bersih pegunungan menyempurnakan perjalanan ini.

Beberapa kali kami berhenti untuk mengambil foto dan mengambil nafas (maklum fisik veteran)... hehehe

Ditengah perjalanan bertemu pohon tumbang yang melintasi jalan... dan ini tidak boleh dilewatkan untuk ambil foto... hehehe

[kiri] Tampak dari atas, [kanan] Seperti inilah pas masuk di dalamnya, ada cerukan bekas ban sepeda motor.
Track turunan relatif menyenangkan dan aman untuk di lalui orang yang baru dalam dunia Mountain Biking sekalipun, dengan catatan sehat jasmani rohani dan tetap menggunakan alat-alat standart keselamatan tentunya.

Sedangkan track tanjakan pada umumnya "nayamul" artinya tidak ada tanjakan yang membuat perut mual, hanya ada satu tanjakan di track berbatu menuju Bedengan di Desa Selorejo membikin Fahmi, Ropen dan Uconk jalan membawa sepeda alias "nuntun" sekitar 80 meter. Tapi jangan salah, jika langit cerah, justru di 80 meter tersebut terlihat jelas view kota Malang.

Semangat Fahmi tidak lagi kendor setelah di semangati oleh adik-adik pramuka dari kampung setempat, sementara di waktu yg sama Uconk yang beberapa detik belakang Fahmi berhenti untuk menikmati pemandangan sambil menata nafas.

Lega.... inilah titik tertinggi dari rangkaian jalur ini dan track ini terbukti "bisa" oleh orang yg belum pernah sekalipun bermain mountain biking seperti Uconk dengan catatan seperti telah disebutkan diatas. oh iya... fyi... titik tertinggi kurang lebih 1010mdpl.

Setelah bersantai sejenak, sekitar 40 meter kemudian dari titik tertinggi jalur kita kali ini adalah gerbang Bedengan.

Tiba pukul 10:40, Bedengan terlihat sepi dibanding minggu sebelumnya dan oke juga karena tidak terlalu riuh. Di warung ini kami menghabiskan banyak waktu untuk ber-santai.

Jeruk peras alami menjadi minuman favorit... alat perasnya oke juga, kapan-kapan kalau kesana mesti tanya dimana belinya, lumayan bisa jadi alat peras otak.... loh?!? hihihihi

[kiri] Sementara Febri dan Delly tampak dari kejauhan saling berfoto ria berdua. [kanan] Indra mencoba menaikkan sepedanya di atas batu untuk bersenang-senang dengan frame lokal BABAHBIKES yang belum setahun dipakainya.

Perjalanan belum usai,...

Setelah dari warung kami melanjutkan sisa track menuju pulang. Track pulang yg di tawarkan Indra kali ini tidak kalah keren, masih melalui single track dan bahkan menyebrang sungai. Jadi ingat waktu ikut pramuka regu tapir.... huehuehue

Fahmi kali ini menggunakan sepedanya Ray, sedangkan sepeda Fahmi dipakai Uconk.

"Semangaattt oooommmmm...."|"wwoookeee...."
Uconk sang penggowes newbie tampak semangat dalam menyelesaikan trip.

[kiri] satu persatu masuk ke sungai diawali oleh Indra pemimpin rombongan.
[tengah] setelah keluar dari air ada beberapa ban yg selip di tanjakan keluar sungai (gak dapat traksi).
[kanan] singletrack turunan di desa Selorejo, setelah keluar dari bedengan.
Untuk jalan turun singletrack di Desa Selorejo, sama persis dengan judul sebelumnya, cuma yang ini di balik, panjang sekitar kurang lebih 800 meter melalui pinggiran sungai dan sela-sela kebon jeruk.
Sampai di perempatan petungsewu pada pukul 12:18.
Karena cuaca sudah terlalu panas maka, rencana lewat singletrack "pintu jeruk" turun dan keluar Kali Metro belakang STAIN dibatalkan. Rombongan pecah menjadi dua sesuai tujuan finish rumah masing-masing. Indra, Wawa, Fahmi, Febri dan Delly mengambil arah Dieng sedangkan Ropen dan Uconk mengambil arah Dinoyo.

Inilah yang gowes siang tanggal 6 juni 2014...
[kiri-kanan] Febri, Delly, Uconk, Fahmi, Indra, Wawa dan saya (Ropen).

Thanks berat.. sudah membaca dan...

Semoga Bermanfaat.

Related

story 3172907288724578033

Posting Komentar

  1. Wah pengalaman pertama yang menarik untuk diulangi lagi.... hehehehe
    terima kasih semuanya ya Brooo.. moga masih ada kesempatan berikutnya... Bravo!! Weekly Bikers.

    BalasHapus

emo-but-icon

Follow Us

http://twitter.com/weeklybikers http://facebook.com/weeklybikers http://feeds.feedburner.com/weeklybikers

newest

popular

Comments

VIDEO

@weeklybikers

Connect Us

Counter

item