Serunya Cerita si On-Road Cyclist

Tema gowes minggu itu adalah on-road sebagai pengganti acara gowes di Tutur-Welang yang dibatalkan. Anas sudah menunggu pk. 06.00 di tempat yang sudah disepakati, 617 Cafe & Karaoke (depan Hotel Montana 2). Rutenya menanjak: Hotel Montana 2 - Junrejo - Museum Satwa.


Cuacanya sejuk, sangat cocok dipakai gowes on road. Ini adalah rute langganan para cyclists yang gemar nge-road di setiap akhir minggu. Tercatat sementara ada 45 orang telah menuliskan namanya di strava pada segmen ini. Salah satunya bisa jadi adalah rider di depan saya ini yang sepintas terlihat berumur tapi nafas & kayuhannya masih sangat kuat.

Pos peristirahatan pertama, tepatnya di pertigaan Pendem. Kita sampai disini sekitar Pk 07.00 & bertemu dengan seorang rider yang baru saja turun dari arah yang berlawanan. Seperti pada umumnya pertama kali bertemu, kita berbincang-bincang seputar sepeda & rute yang pernah dilewati. Bapak ini bercerita kalau Poncokusumo adalah rute favoritnya & sudah 2 kali ke sana. Dia tampak makin bersemangat setelah Anas berkata kalau kita pernah gowes juga di seputaran Ngadirejo, Tutur & Welang. Hmm..sepertinya kita bakal bertukar cerita disini. Diapun mengawali, pernah pada suatu ketika dia gowes menuju Poncokusumo. Di sepanjang perjalanan dia kerap disalip oleh truk & mobil pick up berisi sepeda & ridernya. Ternyata di salah satu bak mobil angkut tersebut terdapat salah seorang teman/tetangganya menyalip & berseru ke arahnya "Pak..ngapain susah-susah dipancal..dinaikin truk aja kan enak.." Bapak ini hanya tersenyum & tetap mengayuh. Selang beberapa minggu dia kembali bertemu dengan orang tersebut, kali ini di tempat yang berbeda. "Ayo nang Poncokusumo maneh, dipancal ae enak.." ajaknya. Temannya pun setuju.  "Terus gimana Pak?" saya & Anas mulai antusias mengikuti ceritanya. "Tenan...lagek tekan Tumpang areke wis melet-melet! (Benar aja, baru sampai Tumpang dia sudah kelelahan)" katanya berapi-api. Selanjutnya dia balik bertanya ke kita "Heran ya..jauh-jauh ke Poncokusumo kok sepedanya dinaikkan truk..apa yang dia cari & didapat?" Anas cuma manggut-manggut & tidak menjawab. Seperti halnya yang telah dilakukan pada temannya tadi, mungkin salah satu cara terbaik yang bisa menjawab pertanyaan bapak ini adalah dengan menawarkan satu seat untuknya di dalam kendaraan angkut  yang dilanjutkan dengan wisata sepeda menelusuri hutan pinus..;). Singkat cerita, akhirnya kita berpisah untuk melanjutkan perjalanan masing-masing. Setelah mendengar serunya cerita Bapak tadi, Anas pun urung menceritakan pengalamannya di Tutur-Welang..

UNIK. Bentuk sepeda bapak itu bisa dibilang mampu berbicara. Kalau boleh menerka konsep desainnya, ini adalah busur panah yang siap membuatmu melesat..

Setelah melalui tanjakan kurang lebih sejauh 18 km, kita tiba di Museum Satwa kota Batu.

Related

story 708224033437406969

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Us

http://twitter.com/weeklybikers http://facebook.com/weeklybikers http://feeds.feedburner.com/weeklybikers

newest

popular

Comments

VIDEO

@weeklybikers

Connect Us

Counter

item