Parangtejo

Track ini adalah gabungan dari beberapa segmen yang pernah dilalui (segmen Bung Penthol & Tegalweru) kemudian ditambahkan segmen desa Parangtejo di awal. Selengkapnya bisa dilihat di sini (khusus strava user). Tracknya lumayan bagus, pemandangan apik, banyak single track yang menarik & untuk menuju kesana hanya membutuhkan waktu kurang dari 30 menit dari kota (menggunakan kendaraan loading). Adapun nilai minusnya adalah sebagian rute ini sering dilewati oleh pengendara motorcross sehingga banyak jalur yang nge-rail di sana-sini. Sarannya agar lebih hati-hati terlebih jika sampai berpapasan.
Dari awal berangkat sudah disambut hujan lumayan deras. Beruntunglah saya termasuk yang mendapat tumpangan di mobil Mario.
Kiri ke kanan: Rico, Yopi, Mario, Ardi, Indra, Fahmi, Vicky & Fuad.
Tanpa basa-basi, view Parangtejo yang menawan di musim penghujan langsung tampil di awal. Hawanya juga dingin.



Sempat dua kali bertemu dengan pohon yang roboh melintang karena disambar petir. Peringatan agar jangan coba-coba gowes di sini ketika hujan badai.

Ada satu spot ketika menyeberangi sungai kecil.

Selain hujan dengan curah sedang, pohon bambu yang melambai menggambarkan angin yang pagi itu bertiup sangat kencang. Ditambah lagi dengan jalan yang nge-rail & berlumpur membuat perjalanan ini lebih menarik.

Spot yang ini benar-benar tidak layak buat dipancal jadi harus dituntun perlahan.

Memasuki segmen bung Penthol terjadi sedikit insiden. Fuad, Ardi & Rico terjatuh karena bertabrakan. Gowes ngebut berhimpitan memang sudah style mereka. Tidak ada cedera serius, kitapun melanjutkan perjalanan menuju finish di warung nasi jagung Sengkaling.

Related

story 8330998376271183043

Posting Komentar

  1. Ardi karo Fuad ancen sesat koq... ojok dicontoh

    BalasHapus

emo-but-icon

Follow Us

http://twitter.com/weeklybikers http://facebook.com/weeklybikers http://feeds.feedburner.com/weeklybikers

newest

popular

Comments

VIDEO

@weeklybikers

Connect Us

Counter

item