MTB vs Jeep Cherokee

Sebuah kesempatan langka didapat di hari Sabtu kemarin. Dua orang teman (Hilmi & Iqbal) mengajak kita berakhir pekan sambil ber-offroad ria di kawasan Gunung Mujur. Dua  mobil jeep sudah disiapkan & diyakini cukup untuk menampung 6 orang beserta 4 sepeda. Tentu saja, tidak ada alasan yang bisa menolak tawaran macam ini..
GARANG. Jeep Cherokee, kendaraan yang membawa kita menjelajahi Gunung Mujur.

Bung Penthol & Fahmi terlihat sangat bersemangat. Konon katanya berada di dalam mobil selama perjalanan off-road itu tak kalah serunya. Kita pun tetap memakai helm demi keamanan.
Memakai helm di dalam mobil sudah cukup buat menarik perhatian para penduduk yang ada di daerah sebelum memasuki zona off road.
Di jeep belakang ada Hilmi & Indra bersama 4 sepeda, sedangkan jeep yang ini berisi Iqbal, Andy, Fahmi, Bung Penthol & 4 roda depan dari masing-masing sepeda tadi.

MASUK ZONA OFF-ROAD. Kaca depan yang retak itu seolah menunjukkan kalau jeep ini punya 'jam terbang' lumayan tinggi.

Para petani tidak terlalu terkejut dengan kehadiran kita. Mungkin karena jalan yang kita lewati ini masih umum dilewati kendaraan pick-up atau bahkan truk pembawa muatan.

Ini masih separuh jalan, view-nya mulai tampak menawan. Jeep ini selanjutnya terus bergerak menanjak.


Akhirnya kita tiba di lokasi yang tepat untuk membongkar perbekalan & menurunkan sepeda. Tugu di pertigaan yang dibuat tahun 1958 ini adalah patokannya.


Seperti inilah muatannya kalau dilihat dari belakang.
Pada awalnya ini adalah acara inti. Kopi, mie instant, kompor & sejumlah snack dikeluarkan dari bekas kotak peluru milik Mabes TNI. Sekitar 1 jam kita bersantai sambil ngopi di sini.
Namun setelah perut kenyang, mulailah ide gila berdatangan. Kita terpikir spontan untuk mengadu jeep bermesin 4000 cc ini melawan 4 pasang dengkul kita pada sepeda MTB. Mulailah Hilmi menggambar jalur yang akan dilalui. Jalur yang dilalui mobil & sepeda ini nantinya berbeda tapi memiliki titik temu yang sama..

RACE DIMULAI. Setelah melihat peta bikinan Hilmi, sepertinya MTB akan punya banyak kelebihan, khususnya ketika harus bermanuver di jalur yang sempit. Rutenya juga sedikit sekali tanjakan. Sementara yang bisa diandalkan dari jeep itu adalah tenaganya yang besar tapi akan merepotkan kalau semisal bertemu petani/kendaraan lain yang menghalangi jalan. Singkat kata, tantanganpun diterima...

Ooops, ada 1 lagi yang terlupa & harus diwaspadai. Permukaan jalan di sini keras & licin berlumut bekas guyuran hujan!

Benar saja, Fahmi terpelanting karena terlalu bernafsu. Sempat berdiam sejenak ketika terjatuh sambil berharap mungkin ada seseorang yang membantunya bangun tapi yang terdengar justru suara teriakan petani di kejauhan: "BONGKOOOO...."(Dalam bahasa Jawa artinya: 'mati' haha..). Lebih parah lagi dia tidak memakai gloves sehingga telapak kirinya terluka & pergelangan tangan kanannya terkilir. Kita beristirahat sebentar hingga Fahmi memutuskan siap melanjutkan.

Selanjutnya yang bisa dilakukan adalah semaksimal mungkin mengganti waktu yang baru saja terbuang.

BERAKHIR. Sayangnya race selesai sebelum waktunya, Fahmi tidak kuat lagi menahan perih di telapak tangannya terlebih ketika harus melintas di jalanan berbatu. Kita berhenti di sebuah sekolah di desa Singosari sebelum peternakan Wonokoyo lalu mencoba menelepon Hilmi & Iqbal.

Hilmi & Iqbal ternyata sudah tiba di titik finish & sedang merebus teh ketika ditelepon..haha. Kita meminta mereka menjemput di peternakan Wonokoyo. Selanjutnya Fahmi ikut bersama mobil mereka & kita yang tersisa tetap gowes hingga pulang ke rumah. Foto diatas adalah teh panas bikinan Hilmi & Iqbal yang langsung ditenggak Bung Penthol. Slurrpp.....Hmm, patut dicoba lagi lain kali..

Related

story 677733080397981569

Posting Komentar

  1. saya kemarin juga 3 kali keluar jalur gara2 ban ga nge-grip,sama di Gn Mujur juga, ga smp jatuh cm mbrasak masuk rimbunan paitan,hehehe. Buat mas yg jatuh, coba lukanya dioles minyak tawon di rumah, lebih cepat kering dan ga terlalu 'njarem'. Yg terkilir juga dioles sambil diurut pelan2, diolesnya smp agak panas di kulit. Pengalaman pribadi gara2 sering terjungkal, hehehe

    BalasHapus
  2. Makasih sarannya mas. Pergelangan yang terkilir kemarin sudah dibawa ke tukang pijit, tapi luka yang di telapak dikasih betadine & sekarang diplester. Kalau dioles minyak tawon belum pernah. Boleh juga ntar dicoba..

    BalasHapus

emo-but-icon

Follow Us

http://twitter.com/weeklybikers http://facebook.com/weeklybikers http://feeds.feedburner.com/weeklybikers

newest

popular

Comments

VIDEO

@weeklybikers

Connect Us

Counter

item