Beramai-ramai di saat Nyepi

Bertepatan dengan hari raya Nyepi, Selasa 12 Maret 2013, sejumlah 20 rider berangkat ke Welang untuk ke sekian kalinya. Rute ini mendadak populer belakangan ini. Tidak tanggung-tanggung, ini merupakan kegiatan gowes ketiga dalam 4 hari ini dilokasi yang sama. Rutenya memang menawarkan banyak varian jalur yang menarik. Tak disangka, tawaran itu juga yang akhirnya menyebabkan 4 rider (termasuk saya) tergiur hingga tak sengaja melepaskan diri dari rombongan & akhirnya tersesat.
Butuh 3 buah mobil pick-up buat mengangkut 20 sepeda beserta ridernya.
Single track khas rute Tutur-Welang.
Rahmadi 'Bejo' Indra, salah satu rider yang ikut turun mencicipi track ini. Bagi dia, ini merupakan yang pertama kalinya.
"Ouuchh..!!" Ini adalah turunan terjal pertama dimana skill & mental diuji. Semua rider berbaris rapi dari atas sementara Antony (berkaos merah memakai helm full face) berdiri layaknya dosen penguji memanggil rider untuk turun satu persatu.
Rute Tutur-Welang termasuk salah satu rute favorit yg masih alami & jalurnya juga masih belum tersentuh guratan ban motor trail. Tidak meninggalkan sampah sudah pasti menjadi salah satu cara yang baik untuk menjaga kelestariannya. Seperti yang dicontohkan teman kita ini, Rony Penthol.
Teguh mencatatkan namanya sebagai yg tercepat di salah satu segmen track ini versi Strava. Hebatnya, pencapaian itu didapat menggunakan sepeda hardtail Giant STP yang justru bukan miliknya. Well done!
NYASAR. Pak Arif, salah satu dari 4 org rider yang terpisah mencoba menggali informasi dari penduduk di desa terdekat (desa Jeruk). Dari sinilah kita mengetahui telah mengambil jalur yang sama sekali berlawanan arah dari yang seharusnya.
Ketika berada di tempat yang jauh dari pemukiman & sinyal hp mulai putus nyambung, petani karet yang dijumpai adalah sumber informasi paling berharga.

Dari info yg didapat dari penduduk juga, kita akhirnya menjumpai warung bakso yg bisa digunakan untuk beristirahat. Stamina mulai menurun. Inilah saatnya mengisi perut sambil menyusun rencana. Akhirnya diputuskan Pak Arif & Irzam yg mengalami ban bocor untuk melanjutkan perjalanan dengan pertolongan motor dari penduduk desa sementara saya & Fahmi menunggu di sini sambil mencoba mengontak rekan-rekan yang ada di Welang..
Karena setelah menunggu sekian lama evakuasi dari teman-teman kami di Welang belum juga tiba, kita memutuskan melanjutkan perjalanan dengan maksud mencari spot yang lebih gampang dikenali/ditemukan. Sial, setelah turun lumayan jauh Fahmi baru sadar handphone-nya ketinggalan di warung tadi. Sekali lagi kita minta pertolongan penduduk menggunakan motor. Alhamdulillah mereka cukup ramah. Bahkan mereka menawarkan kami untuk mampir di rumahnya.
Akhirnya jemputanpun tiba. Meski demikian, di atas bak truk kami masih harus bertahan melawan hawa dingin dan hujan deras selama perjalanan pulang.

Related

story 2569200660079297890

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Us

http://twitter.com/weeklybikers http://facebook.com/weeklybikers http://feeds.feedburner.com/weeklybikers

newest

popular

Comments

VIDEO

@weeklybikers

Connect Us

Counter

item